Bakar Petasan Saat Ramadan, 20 Tahun Penjara Mengancam

Patricia Vicka    •    Rabu, 24 Jun 2015 22:07 WIB
ramadan 2015
Bakar Petasan Saat Ramadan, 20 Tahun Penjara Mengancam
Polisi temukan jutaan petasan jenis cabe di Sleman. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Bulan Ramadan identik dengan kegiatan membakar petasan. Namun, beberapa tahun terakhir, pemerintah melarang masyarakat bermain petasan.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen mengimbau warga Sleman dan sekitar agar tidak bermain petasan. Bahkan, ia akan menindak tegas pihak yang berani menyalakan petasan jenis apapun.

"Saya imbau warga agar tak menyalankan petasan. Pokoknya, semua yang saat dibakar langsung menyala dan berbunyi keras tidak boleh dinyalakan. Pihak yang menjual beli dan membakar petasan akan kami pidanakan," ujarnya, di Polres Sleman DIY, Rabu (24/6/2015).

Ancaman pidana bagi pihak yang menjual maupun menyalakan petasan adalah kurungan penjara maksimal 20 tahun. Namun, pihaknya masih memperbolehkan warga membakar kembang api.

"Petasan dengan kembang api itu berbeda. Kalau petasan meledak, kembang api hanya mengeluarkan bunga api," katanya.

Sebelumnya jajaran mapolres Sleman berhasil menggerebek gudang penyimpanan petasan pada Selasa, 22 Juni. Di dalam gudang yang terletak di Cungkuk Kidul, kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman DIY ini, polisi mengamankan jutaan petasan jenis cabai hijau siap edar.


(UWA)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

59 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA