Ini Alasan llham Arief Kembali Ajukan Praperadilan Kedua

Deny Irwanto    •    Kamis, 25 Jun 2015 06:41 WIB
hukum
Ini Alasan llham Arief Kembali Ajukan Praperadilan Kedua
Ilham Arief Sirajudin di Pengadilan Tipikor, Kamis 19 September 2013. Foto: MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Wali Kota Makassar, llham Arief Sirajuddin mempunyai beberapa alasan saat mengajukan gugatan Praperadilan kedua ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan pihak termohon dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK kembali lagi melakukan proses penetapan tersangka klien kami dengan cara yang bertentangan dengan hukum acara, dan bahkan bertentangan dengan SOP yang diatur oleh KPK sendiri," ujar Salah seorang pengacara Ilham Arief, Deny Hariyatna saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (25/6/2015). 

Kemudian, Deny kembali mengatakan, penyelidik dan penyidik yang diperintahkan untuk menyidik kasus Ilham adalah sebagian orang yang tidak berwenang menurut ketentuan Undang-undang. 

"Belum lagi KPK menjalankan seluruh amar putusan Praperadilan yang lalu, KPK sudah menetapkan lagi klien kami sebagai tersangka," jelas Deny.

Alasan berikutnya, dikatakan Deny ada kejanggalan jika melihat waktu penyampaian salinan putusan (praperadilan) pada 25 Mei, dan kemudian di tanggal 5 Juni Ilham sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam sprindik.

"Jadi hanya berselang 10 hari saja. Artinya, KPK sebenarnya tidak melakukan tindakan penyelidikan lagi, namun menggunakan hasil penyelidikan yang lama. Padahal hasil penyelidikan yang lama sudah seharusnya dianggap tidak sah, sebab hasilnya dinyatakan tidak sah oleh Praperadilan," tandasnya.

Sebelumnya, PN Jakarta Selatan menerima gugatan praperadilan yang diajukan oleh Ilham Arief Sirajuddin dengan pihak termohon KPK. Dengan kata lain, penetapan status tersangka terhadap Ilham oleh KPK dinyatakan tidak sah.

"Menetapkan penetapan tersangka tidak sah, menyatakan tidak sah penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan, tidak sah pemblokiran rekening atasnama pemohon," ujar hakim tunggal Yuningtyas Upiek diruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa 12 Juni lalu.

Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan tersangka oleh KPK sejak sekitar setahun lalu, yaitu pada 7 Mei 2014. Arief diduga korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.


(DEN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

11 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA