Tak Penuhi Panggilan KPK, Kuasa Hukum Ilham Arief Berkilah Tak Ada Surat Panggilan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 25 Jun 2015 08:57 WIB
hukum
Tak Penuhi Panggilan KPK, Kuasa Hukum Ilham Arief Berkilah Tak Ada Surat Panggilan
Ilham Arief Sirajudin di Pengadilan Tipikor, Kamis 19 September 2013. Foto: MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Wali Kota Makassar, llham Arief Sirajuddin tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadwalkannya untuk dimintai ketarangan Rabu (24/6/2015) kemarin.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang Kuasa Hukum Ilham Arief, Robinson membantah jika kliennya mangkir dari panggilan KPK. Robinson beralasan, tidak datangnya Ilham lantaran surat panggilan dari KPK tak pernah sampai ke Ilham Arief.

"Tidak Ada Surat Panggilan, Kok Dituding Mangkir," ujar Robinson saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2015).

Ia menegaskan bahwa, setelah adanya sprindik baru yang dikeluarkan KPK terhadap kliennya tersebut. Belum pernah ada pemberitahuan dari KPK terkait rencana pemeriksaan.

Robinson malah mengaku tahu rencana pemeriksaan tersebut dari berita online, yang menyebutkan KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ilham Arief terkait kasus dugaan korupsi instalasi pengolahan air PDAM Makassar.

"Kami tegaskan tidak ada sama sekali surat yang sampai ke kami atau klien kami. Tiba-tiba saja, melalui media www.fajar.co.id dan rmol.com kami mengetahui ada rencana tersebut lewat keterangan Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, tertanggal 24 Juni," bebernya.

Robinson pun kecewa dengan sikap KPK yang menyebut kliennya mangkir karena tidak hadir panggilan tanpa pemberitahuan. Padahal surat panggilan tak pernah sampai ke kliennya. Ia pun menuding tindakan KPK ini sebagai bentuk kesewenang-wenangan, untuk memperburuk citra kliennya.

"Dengan fakta seperti ini, kami menilai KPK secara sewenang-wenang ingin mencitrakan klien kami Ilham seakan mangkir dan tidak kooperatif. Kami sangat menyayangkan aksi yang sewenang-wenang seperti ini," pungkas dia.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini kliennya tengah menjalankan ibadah umroh, jika memang ternyata ada panggilan. Ia menjamin Ilham Arief akan penuhi panggilan KPK.

"Klien kami sedang menjalankan umroh bersama keluarga di Tanah Suci. Andai saja ada pemberitahuan resmi akan diperiksa pada 24 Juni, maka klien kami pasti siap menghadirinya. Belum pernah sekalipun klien kami mangkir sejak berurusan dengan KPK," tegas dia.

Oleh karena itu, tim kuasa hukum Ilham Arief mengaku telah melayangkan surat klarifikasi yang ditujukan kepada pimpinan KPK, terkait kabar pemeriksaan terhadap bekas Wali Kota Makassar ini.

"Kami meminta KPK tidak lagi melakukan upaya kesewenang-wenangan serupa yang sungguh sangat merugikan kami sebagai pihak yang sedang ditersangkakan kembali meski praperadilan sudah memenangkan kami. Karena langkah seperti ini benar benar fakta tidak profesionalismenya KPK dalam menjalankan tugas dan fungsi," tandas dia.

Sebelumnya, Bekas Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin diberitakan mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ilham dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi instalasi pengolahan air PDAM Makassar.

Seperti diketahui, KPK telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru atas nama Ilham Arief setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan permohonan Ilham dalam gugatan Praperadilan. Pemanggilan Ilham Arief ini yang perdana pascakekalahan KPK dalam praperadilan yang diajukan Ilham beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini Ilham Arief disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.


(DEN)