Data AS Negatif, Rupiah Diperkirakan Menguat

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 25 Jun 2015 09:13 WIB
kurs rupiah
Data AS Negatif, Rupiah Diperkirakan Menguat
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan setelah merespons beberapa data negatif dari Amerika Serikat (AS) yang telah mengalami pelemahan.

"Rilis turunnya durable goods order dan market manufacturing PMI, serta tetapnya redbook AS, meski tidak terlalu direspon negatif di bursa saham AS, tapi cukup direspons negatif di pasar valas, di mana laju USD cenderung mengalami pelemahan. Dengan pelemahan tersebut memberikan ruang bagi rupiah untuk dapat melanjutkan penguatan," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, dalam keterangan risetnya, yang diterima Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Dia menguraikan, meski laju euro mulai memperlihatkan pembalikan seiring kemungkinan IMF menolak proposal yang diajukan, tapi tidak menghalangi rupiah untuk bertahan di zona hijaunya.

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, Reza mengatakan, dengan masih positifnya sentimen di pasar diharapkan masih dapat memberikan peluang kenaikan pada rupiah. Namun demikian, tetap cermati setiap sentimen yang dirilis.

Reza menambahkan, diperkirakan laju rupiah di atas level resisten Rp13.310 per USD. Meski terjadi penguatan dan tentunya berharap penguatan tersebut dapat berlanjut. "Tapi, dengan melihat volume transaksi valas rupiah yang cenderung berkurang dan kemungkinan reaksi pasar akan pemberitaan ditolaknya proposal Yunani, maka dapat membuat laju rupiah berbalik turun," jelas Reza.

Untuk itu, Reza mengingatkan agar para investor tetap mencermati setiap sentimen yang dirilis. "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp13.330-Rp13.270 per USD (kurs tengah BI)," pungkasnya.


(ABD)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

59 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA