Pendiri WikiLeaks Desak Prancis Seret AS ke Jalur Hukum

Willy Haryono    •    Kamis, 25 Jun 2015 11:38 WIB
wikileaks
Pendiri WikiLeaks Desak Prancis Seret AS ke Jalur Hukum
Pendiri WikiLeaks Julian Assange di Kedubes Ekuador di London, Inggris, berbicara via saluran televisi Prancis TF1, Rabu (24/6/2015). AFP PHOTO / TF1

Metrotvnews.com, London: Pendiri situs WikiLeaks Julian Assange menegaskan ini adalah saatnya untuk menyeret Amerika Serikat ke hadapan hukum atas aktivitas penyadapannya di beberapa negara dunia. 

Berbicara di saluran televisi TF1, Rabu (24/6/2015) malam, Assange mendesak Prancis bertindak lebih jauh dari Jerman dengan menggelar "penyelidikan di level parlemen" dengan juga melibatkan jaksa agung. 

Sejumlah jaksa di Jerman telah menyelidiki dugaan penyadapan AS terhadap Kanselir Angela Merkel. Namun penyelidikan dihentikan karena tidak adanya bukti kuat. 

Assange, yang saat ini masih berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, menyebut laporan terbaru penyadapan AS terhadap tiga Presiden Prancis merupakan awal dari rentetan dokumen lainnya. 

"Ini adalah awal dari sebuah seri (dokumen), dan saya meyakini material yang paling penting akan muncul," tutur Assange, seperti diwartakan AFP

Munculnya laporan WikiLeaks bertepatan dengan diskusi di gedung parlemen Prancis terkait penyadapan terhadap warga. 

Aturan baru yang sedang didiskusikan itu dapat membuat otoritas Prancis menyadap komunikasi digital siapapun yang terkait aktivitas terorisme tanpa meminta izin terlebih dahulu. 

Otoritas Prancis juga dapat meminta penyedia jasa internet dan perusahaan telepon memberikan data pelanggan. 


(WIL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

2 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA