PM Prancis: Penyadapan AS Lukai Semangat Kepercayaan

Willy Haryono    •    Kamis, 25 Jun 2015 12:05 WIB
wikileaks
PM Prancis: Penyadapan AS Lukai Semangat Kepercayaan
PM Prancis Manuel Valls berbicara di hadapan parlemen di gedung Dewan Nasional di Paris, Rabu (24/6/2015). AFP / MIGUEL MEDINA

Metrotvnews.com, Paris: Perdana Menteri Prancis Manuel Valls berbicara di hadapan parlemen terkait laporan situs pembocor rahasia WikiLeaks yang menyebutkan adanya penyadapan Amerika Serikat terhadap tiga presiden, termasuk Francois Hollande. 

"Aksi Washington merupakan pelanggaran yang sangat serius terhadap semangat kepercayaan (kedua negara)," tutur Valls, seperti dilansir AFP, Rabu (24/6/2015). 

"Prancis akan mendesak adanya kode etik terbaru terkait masalah intelijen," sambung dia. 

Tudingan adanya Agensi Keamanan Nasional AS atau NSA terhadap sejumlah pemimpin Eropa diungkapkan kontraktor asal Negeri Paman Sam, Edward Snowden, pada 2013. Ketika itu, Presiden AS Barack Obama berjanji aktivitas intelijen semacam itu sudah tidak dilakukan negaranya lagi. 

Pendiri situs WikiLeaks Julian Assange menegaskan ini adalah saatnya untuk menyeret Amerika Serikat ke hadapan hukum atas aktivitas penyadapannya di beberapa negara dunia. 

Berbicara di saluran televisi TF1, Rabu (24/6/2015) malam, Assange mendesak Prancis bertindak lebih jauh dari Jerman dengan menggelar "penyelidikan di level parlemen" dengan juga melibatkan jaksa agung. 

Sejumlah jaksa di Jerman telah menyelidiki dugaan penyadapan AS terhadap Kanselir Angela Merkel. Namun penyelidikan dihentikan karena tidak adanya bukti kuat. 

Assange, yang saat ini masih berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, menyebut laporan terbaru penyadapan AS terhadap tiga Presiden Prancis merupakan awal dari rentetan dokumen lainnya. 

"Ini adalah awal dari sebuah seri (dokumen), dan saya meyakini material yang paling penting akan muncul," ujar Assange.


(WIL)