Pemerintah Tunggu Besaran Divestasi Saham Freeport

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 25 Jun 2015 14:07 WIB
freeport
Pemerintah Tunggu Besaran Divestasi Saham Freeport
Freeport Indonesia (AFP PHOTO/OLIVIA RONDONUWU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jendral Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, saat ini PT Freeport Indonesia sedang mengkaji dan mengevaluasi besaran untuk mendivestasikan sahamnya ke pemerintah.

"Divestasi saham itu Oktober. Ya nanti dia mengajukan penawaran, kemudian mereka evaluasi harganya. Ya, kan," kata Bambang, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Ketika Freeport telah mengajukan penawarannya, Bambang menjelaskan, kemudian baru dari pihak pemerintah dapat menyetujui atau tidak. Setelah itu akan diserahkan ke menteri keuangan, lalu ke BUMN dan BUMD. "Kalau kita setuju, baru persetujuan kita tawarkan kepada BUMN. Kita serahkan ke menteri keuangan. Kemudian diserahkan ke BUMN, dan BUMD," jelas dia.

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, sampai saat ini pemerintah masih menunggu penawaran yang diajukan pihak Freeport. "Ya belum tahu. Belum. Kita tunggu penawaran mereka seperti apa," ungkap dia.

Bambang menambahkan, terkait besaran yang ditawarkan, pihak Freeport belum mengajukan besarannya. Namun, divestasi saham yang disanggupi Freeport untuk pemerintah sebesar 20 persen. "Belum. 20 persen iya. Tapi, yang saya maksud harganya berapa kan belum. 20 persen itu harus. Undang-undang itu peraturannya 20 persen. Harganya berapa kan belum," tukas dia.

Sebelumnya, Selasa, 23 Juni, Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Syamsudin menyatakan akan mendivestasikan sahamnya sebesar 20 persen pada Oktober. Kemudian secara bertahap akan diperbesar lagi menjadi 30 persen pada 2019.

"Oktober nanti. Bertahap mencapai 20 persen dulu, kemudian 2019 baru 30 persen," kata Maroef.

Sekadar informasi, sebesar 9,36 persen saham Freeport sudah dimiliki pemerintah. Sementara 90,64 persen saham lainnya dikuasai pemegang asing yakni Freeport McMorab. Sesuai PP Nomor 77 Tahun 2014, paling lambat sampai 14 Oktober 2015, Freeport sudah harus mendivestasikan sahamnya sebesar 10,64 persen.


(ABD)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA