Tips Berpuasa Ramadan Bagi Penderita Diabetes

Meilikhah    •    Kamis, 25 Jun 2015 14:08 WIB
ramadan 2015
Tips Berpuasa Ramadan Bagi Penderita Diabetes
Rutin memeriksa kadar gula darah dapat memudahkan penderita diabetes menjalankan ibadah puasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama Ramadan jarak kita untuk menjangkau makanan berkisar antara 12-15 jam. Hal ini seringkali menyulitkan penderita diabetes untuk makan teratur. 

Diabetologi dari Delhi Diabetes Research Center, dr. AK Jhingan mengungkapkan penderita diabetes harus memantau kadar gula darah mereka beberapa kali sehari dan berkosultasi dengan dokter agar tak ada keraguan untuk menjalankan ibadah puasa.

"Pasien dengan diabetes tipe 1 yang memiliki riwayat hipoglikemia berisiko lebih tinggi jika mereka puasa. Hipoglikemia dan hiperglikemia juga dapat terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 2 tetapi konsekuensinya masih lebih ringan dari pasien diabetes tipe 1," ujar dr. Jhingan melansir Times of India, Kamis (25/6/2015).

Berikut ini beberapa tips makanan bagi penderita diabetes yang disarankan selama Ramadan:

1. Memantau tingkat gula darah lebih sering adalah kunci aman berpuasa bagi penderita diabetes.

2. Jangan makan berlebihan. Salah satu alasan utama di balik puasa Ramadan adalah belajar untuk menahan keinginan anda untuk menyantap semua jenis makanan.

3. Saat berbuka konsumsilah minuman bebas gula dan kafein untuk menghindari tubuh terkena dehidrasi dan batasi konsumsi gula selama waktu berbuka hingga sahur.

4. Sertakan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan susu dalam menu diet anda.

5. Jangan tidur setelah makan malam. Beri jeda waktu selama dua jam setelah makan dan hindari mengonsumsi karbohidrat kompleks sebelum tidur.

6. Pastikan asupan gizi anda cukup saat sahur. Disarankan agar anda mengonsumsi roti gandum, sereal gandum rendah gula dan kacang-kacangan. 

7. Hindari makanan mengandung minyak berlebih dan yang digoreng. Bahan makanan yang mengandung pati seperti beras dan gandum aman dikonsumsi asalkan anda mampu untuk mengatur waktu kapan bisa dikonsumsi secara benar.


(MEL)