Obama Izinkan Keluarga Korban Penyanderaan Membayar Tebusan

Willy Haryono    •    Kamis, 25 Jun 2015 14:31 WIB
politik as
Obama Izinkan Keluarga Korban Penyanderaan Membayar Tebusan
Presiden AS Barack Obama berbicara mengenai perubahan kebijakan AS terkait masalah penyanderaan di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington, Rabu (24/6/2015). AFP / SAUL LOEB

Metrotvnews.com, Washington: Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan perubahan kebijakan terhadap situasi penyanderaan yang melibatkan warga Negeri Paman Sam. 

Berbicara di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington, Rabu (24/6/2015), Presiden Barack Obama meminta pemerintahnya untuk tidak mengancam keluarga korban yang ingin membayar uang tebusan kepada grup penyandera. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Obama dikritik sejumlah warga atas kebijakan yang sama sekali tidak mau berkompromi dengan kelompok militan. 

"Banyak keluarga korban penyanderaan berbicara kepada kami, dan berbicara kepada saya secara langsung, mengenai rasa frustrasi mereka terkait kebijakan pemerintahnya," ucap Obama, seperti dikutip BBC

"Keluarga penyanderaan mendapatkan banyak masalah, termasuk ancaman diseret ke pengadilan (jika membayar tebusan). Menurut saya, hal itu benar-benar tidak dapat diterima," sambung dia. 

Perubahan terjadi setelah melewati proses pengkajian ulang kebijakan AS, yang diminta setelah adanya serangkaian kematian warga AS di luar negeri dalam setahun terakhir. 

Kenyataan banyaknya pemerintahan negara Eropa yang bersedia membayar uang tebusan kepada grup ekstremis telah membuat keluarga di AS frustrasi. Mereka juga ingin adanya mekanisme seperti itu. 

Saat ini AS masih tidak mau bernegosiasi atau membayar tebusan kepada teroris, namun membuka peluang kepada keluarga korban untuk melakukannya.     



(WIL)