Janji Kapolda: Tersangka Pembunuhan Angeline akan Akui Kesalahannya

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 25 Jun 2015 15:16 WIB
penemuan jenazah angeline
Janji Kapolda: Tersangka Pembunuhan Angeline akan Akui Kesalahannya
Labfor melakukan proses identifikasi di rumah ibu angkat Angeline di Denpasar, Ant/ Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Denpasar: Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie mengakui kemungkinan tersangka baru dalam kasus kematian bocah berusia delapan tahun, Angeline. Bahkan, Kapolda berjanji tersangka atau calon tersangka akan mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas kematian bocah cantik tersebut.

"Kita akan membuat tersangka atau calon tersangka merasa bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat," kata Kapolda saat ditemui di Mapolda Bali, Kota Denpasar, Kamis (25/6/2015).

Kapolda mengakui tersangka tunggal Agustinus Tae mengatakan ada pihak lain terlibat dalam kematian Angeline. Namun, penyidik tak serta merta memercayainya. Penyidik tetap melakukan penyidikan sesuai dengan temuan laboratorium forensik, olah tempat kejadian perkara, dan keterangan sejumlah saksi.

"Kalau saat ini ditanya apakah masih ada tersangka lain, maka kita bisa mengatakan segala kemungkinan itu selalu ada. Semuanya tergantung hasil final penyidikan," ujar Kapolda.

Penyidik juga tak mau terburu-buru menetapkan nama tersangka. Namun yang pasti, kata Kapolda, penyidik akan mengumumkan nama tersebut secara terbuka bila berkas perkaranya sudah lengkap dan siap dibawa ke pengadilan.

Hingga berita ini dimuat, penyidik masih memeriksa keterangan sejumlah saksi terkait kematian siswa kelas 2 SD 12 Sanur, Denpasar, itu. Satu di antaranya, ibu angkat Angeline, Margriet C Megawe, yang juga menjadi tersangka kasus penelantaran anak.

Pada 16 Mei 2015, Margriet melapor ke polisi bahwa Angeline hilang saat bermain di depan rumahnya. Banyak relawan yang berusaha mencari bocah tersebut.

Namun pada 10 Juni 2015, setelah penyelidikan, polisi menemukan Angeline di belakang rumah ibu angkatnya. Kondisinya sudah tak bernyawa dan terkubur di bawah kandang ayam. Saat ditemukan, jenazah diselimuti seprai.

Polisi menetapkan satu tersangka yaitu Agustinus Tae yang pernah bekerja di rumah Margriet. Agustinus dituduh membunuh dan memerkosa Angeline. Agustinus pun mengakui hal tersebut.

Belakangan, Agustinus membantah tuduhan itu. Ia menegaskan Margriet yang membunuh Angeline. Margeriet juga memerintahkan Agustinus memerkosa Angeline dalam kondisi tak bernyawa. Namun Agustinus menolak.

Meski demikian, Agustinus mengakui memenuhi perintah majikannya untuk mengubur Angeline. Penyidik pun menganggap informasi itu sebagai titik terang. Namun hingga kini, polisi belum mendapatkan alat bukti baru untuk menguatkan pengakuan Agustinus.


(RRN)