Penyidik Ambil Sampel Darah Kakak Angkat Angeline

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 25 Jun 2015 15:30 WIB
penemuan jenazah angeline
Penyidik Ambil Sampel Darah Kakak Angkat Angeline
Warga menyemut di depan rumah Margaret. Foto: Ant/Fikri Yusuf.

Metrotvnews.com, Denpasar: Penyidik Polda Bali hari ini mengambil sampel darah kakak angkat Engeline bernama Yvone. Sampel diambil di Rumah Sakit Trijata Polda Bali. Sampel darah ini akan dicocokkan dengan jejak darah di tempat penemuan jenazah Angeline di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar, Bali.

"Kalau ditanya apa relevansi dengan kasus tersebut, saya sulit menjelaskan karena Yvone jarang tinggal di rumah. Tetapi karena kita kooperatif dan ingin agar kasus ini cepat selesai, maka seluruh permintaan penyidik dipenuhi," ujar Dionisius Pongkor, kuasa hukum keluarga Margriet, ibu angkat Angeline, dari Kantor Hotma Sitompul dan Rekan di Denpasar, Kamis (25/6/2015).

Yvone tiba sekitar di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar Polda Bali pukul 15.00 Wita. Ia ditemani oleh adiknya, Christina Telly Megawe dan kuasa hukumnya, Jefri Kam. Jefri Kam menuturkan, pengambilan sampel darah Yvonne untuk dicocokkan dengan bercak darah yang ditemukan Inafis di beberapa titik. 

"Menurut Inafis ditemukan banyak bercak darah waktu pemeriksaan di TKP. Makanya diambil darahnya untuk dicocokkan," terang Jefri. Sampai saat ini bercak darah ditemukan di sejumlah tempat, di kamar Margriet, kamar Agus Tai, kamar mandi dan jalan menuju tempat dikuburkannya Engeline.

Dengan pengambilan sampel darah Yvone, penyidik Polda Bali sudah mengambil sampel darah dari keluarga angkat Engeline, yakni Margriet, Christine dan Yvone. Selain tiga orang itu, tersangka pembunuh Angeline, Agustinus Tae, juga sudah diambil sampel darahnya. Semua sampel itu akan dicocokan dengan jejak darah.

Pongkor menjelaskan, kasus kematian Angeline mendapat atensi publik luar biasa. Karena itu, sehingga seluruh tahapan penyidikan dilakukan. "Apa pun akan dilakukan penyidik karena tekanan publik luar biasa. Sampai-sampai sampel darah Yvone diambil. Padahal Yvone jarang tinggal di rumah Engeline."

Pongkor yakin jika sampel darah kliennya itu diperiksa untuk kasus pembunuhan. Namun kliennya jarang tinggal di rumah. Ia mengakui jika tidak hanya sampel darah Yvone yang diambil. Tapi semua orang yang terlibat pasti diambil sampel darahnya. Namun semua kebenaran itu akan dibuktikan di sidang pengadilan. 

"Jangankan sampel darah Yvone, ternyata sampel darahnya Christine juga disambil penyidik. Padahal selama ini Christine tinggal di Amerika," tegasnya.

Angeline dilaporkan hilang oleh Margriet pada 16 Mei 2015. Tiga minggu kemudian, tepatnya 10 Juni, bocah kelas dua SD itu ditemukan sudah tidak bernyawa di belakang rumah ibu angkatnya. Margriet sudah ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak. 


(DOR)