Dubes RI: Dua Pembajak Tanker Malaysia Pegang Paspor Indonesia

Fajar Nugraha    •    Kamis, 25 Jun 2015 15:30 WIB
orkim harmony
Dubes RI: Dua Pembajak Tanker Malaysia Pegang Paspor Indonesia
Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Mayerfas (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku pembajakan kapal tanker Malaysia Orkim Harmony, diakui sebagai warga negara Indonesia (WNI). Dari delapan WNI tersebut, tiga di antaranya memiliki paspor Indonesia.

24 Juni 2014 pada pukul 8.00 pagi waktu setempat pejabat KBRI Hanoi dan KJRI Ho Chi Min, telah bertemu dengan delapan perompak. Pertemuan itu dimaksudkan untuk melakukan verifikasi apakah kedelapan pelaku itu adalah WNI atau bukan.

"Ada tiga orang yang punya dokumen. Dua orang punya paspor dan satu lainnya punya ktp," ujar Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Mayerfas, di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

"Sedangkan yang lima lagi tidak ada identitasnya. Tapi kami melakukan komunikasi langsung dengan mereka dan melakukan wawancara, serta meminta mereka menulis. Kami yakin bahwa mereka adalah warga negara Indonesia," lanjutnya.

Pembajakan ini disebutkan sebagai kejahatan terorganisir antar negara. Tidak diketahui asal negara dari penadah para pembajak ini.

"Belum diketahui (asal penadahnya). Mereka (para pembajak) ini hanya menyebutkan merampok, mencari dan menunggu pembeli. Pada saat itu mereka berhasil ditangkap," tuturnya Dubes Mayerfas.

Selain itu, Dubes juga menjelaskan bahwa perompak yang beroperasi di Selat Malaka memiliki kelompok dan wilayah kerja berbeda.

"(Perompak) ini tidak menyebut nama kelompok, namun ketua mereka bernama Kaslan. Kalau dari paspornya dia tinggal di Jakarta," imbuhnya.

Selain delapan WNI ini yang melakukan pembajakan terhadap Orkim Harmony ini, ada lima pembajak lain yang turut terlibat. Namun lima pembajak ini berhasil melarikan diri.

"Yang lima larinya ke Indonesia. Tetapi yang delapan ini justru lari ke wilayah Vietnam," imbuh Dubes Mayerfas.

Kapal MT Orkim Harmony dilaporkan hilang pada 11 Juni 2015 lalu. Kapal itu membawa bahan bakar RON95. Ketika dibajak kapal membawa 22 anak buah kapal, 16 dari Malaysia, lima ABK WNI dan satu orang warga Myanmar.


(FJR)

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

Politikus Golkar Siap Bantu KPK Tuntaskan Kasus KTP-el

42 minutes Ago

Politikus Partai Golkar Ade Komaruddin siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusu…

BERITA LAINNYA