Menteri Ekonomi Minta Dirombak, JK: Masalah Ekonomi Juga dari Luar

Dheri Agriesta    •    Kamis, 25 Jun 2015 16:50 WIB
reshuffle kabinet
Menteri Ekonomi Minta Dirombak, JK: Masalah Ekonomi Juga dari Luar
Wapres Jusuf Kalla (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kalangan pengusaha menilai kinerja Menteri Kabinet Kerja bidang perekonomian tidak baik sehingga perombakan perlu dilakukan. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pasang badan dan menyebut bahwa permasalahan ekonomi tak hanya masalah kinerja kabinet saja.

"Masalah ekonomi tak hanya masalah kerja kabinet saja, tapi juga dipengaruhi masalah dari luar (negeri)," kata JK, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).

JK pun tak menampik bahwa menteri di kabinet harus bekerja lebih baik untuk mengatasi seluruh permasalahan ekonomi yang muncul saat ini. Pemerintah, lanjut JK, berusaha untuk bekerja lebih baik dari hari ke hari.

JK pun tak menyalahkan tuntutan yang dilayangkan kalangan pengusaha itu. Menurutnya, tuntutan itu sah-sah saja. Namun, keputusan tetap ada di tangan pemerintah. "Pengusaha boleh mengusulkan tapi yang menentukan pemerintah itu sendiri," kata dia.

JK melihat, setiap menteri memiliki capaian yang berbeda dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi saat ini. "Ada yang mencapai, ada yang masih bekerja," kata JK.

JK sadar, tak semua menteri di bidang ekonomi yang telah mencapai target. Masih banyak menteri-menteri yang harus didorong untuk dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi saat ini. "Tapi memang banyak yang harus didorong peningkatannya," pungkas JK.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan pemerintah harus optimis dalam menanggapi sentimen pasar. Oleh karena itu, menteri di bidang ekonomi harus mengerti situasi dan kondisi di lapangan. Mereka pun dituntut dapat menyelesaikan permasalahan dalam jangka pendek dan menengah.

"Saya berharap ada perombakan. Kementerian yang mengurusi ekonomi itu paling banyak disorot," kata Ade, Rabu 24 Juni.

Diketahui, Presiden Joko Widodo meminta seluruh menteri untuk mengumpulkan laporan kinerja enam bulan menjabat. Dari laporan itu, Jokowi akan menilai kinerja menteri yang bersangkutan. Permintaan Jokowi ini sontak membuat isu perombakan kabinet yang sempat hening kembali memanas.


(ABD)