7 Nota Protes Ditujukan ke Malaysia, Jawaban Belum Diperoleh Kemenlu

Fajar Nugraha    •    Kamis, 25 Jun 2015 17:18 WIB
indonesia-malaysia
7 Nota Protes Ditujukan ke Malaysia, Jawaban Belum Diperoleh Kemenlu
Oktavino Alimudin (kanan) (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara sebanyak tujuh kali. Pemerintah telah mengirimkan nota protes, namun jawaban belum diperoleh oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

"Dari tujuh pelanggaran tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan dua nota protes ke pihak Malaysia. Sedangkan lima nota protes lainnya masih menunggu kelengkapan data sebelum dikirimkan ke Pemerintah Malaysia," ujar Direktur Politik, Keamanan dan Kewilayahan Direktorat  Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Oktavino Alimudin, di ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Kamis (25/6/2015).

"Pemerintah Malaysia akan menjawab nota protes yang dikirimkan oleh pemerintah Indonesia apabila Negeri Jiran itu membenarkan telah melanggar batas wilayah Indonesia," lanjutnya.

Dari tujuh nota protes itu, sebagian masih menunggu kelengkapan data. Pihak Kemenlu tidak akan melayangkan nota tanpa didukung oleh data yang kuat. Ini disebabkan karena Indonesia tidak ingin nota yang disampaikan kemudian dibalas dengan permintaan lebih lanjut datanya.

"Jadi ini bukan korespondensi, bagi kami ketika melayangkan satu nota protes, itu satu kali nota tetapi sudah jelas negara tersebut melakukan pelanggaran, silahkan dicek di tingkat internal mereka, dan kalau misalnya ada jawaban dari mereka umumnya itu apabila mereka menganggap mereka benar. Pelanggarannya ada tujuh, tetapi nota protesnya yang kita kirimkan ada dua," tegas Oktavino.

Oktaviano menambahkan nota protes yang dikirimkan oleh Pemerintah Indonesia kepada pemerintah Malaysia itu merupakan nota protes yang telah ditandatangani oleh Panglima TNI, Jenderal Moeldoko pada Februari 2015 dan diserahkan kepada Kemenlu untuk dikirim ke Pemerintah Malaysia.

Ketika ditanya apakah ada batas waktu untuk Malaysia menjawab nota protes, pemerintah tidak ingin menunggu respons melainkan adanya inisiatif dari Malaysia sendiri.

"Kita melihatnya ini semacam satu insiden yang apabila terjadi berulangkali kita tidak menunggu respons dari mereka. Yang ada adalah setelah nota protes ini disampaikan dan masih berulang, jadi yang kita inginkan adalah di lapangan tidak terulang lagi," sebut Oktvino.

"Jadi ada langkah dari mereka untuk mengoreksi. Ketika ini masih berulang, bukan tidak mungkin ini akan dibahas di tingkat lebih tinggi," ucapnya.

Menurut Menlu Retno LP Marsudi, penyebab pelanggaran batas wilayah yang dilakukan oleh negara tetangga itu karena batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia masih abu-abu.


(FJR)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

2 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA