Polisi Bantah Buyung Diistimewakan

Aedy azeza ulfi    •    Kamis, 25 Jun 2015 17:28 WIB
pembunuhan di ciledug
Polisi Bantah Buyung Diistimewakan
Rumah pembunuhan Putri--Foto: Metrotvnews.com/Aedy Azeza Ulfi

Metrotvnews.com, Jakarta: M. Rizky alias Buyung dipindahkan dari ruang rawat tahanan Melati 2 RS Polri Kramatjati ke ruangan berbeda yang masih berada di RS Polri. Buyung dipindahkan Jumat (19/6) lalu ke ruang VIP Melati 1.

Diduga, Buyung diistimewakan karena dari 10 pasien penghuni ruang khusus tahanan, hanya dia yang dipindahkan ke ruang VIP. Namun, Kanit Reskrim Polsek Ciledug, AKP Efendi, membantahnya.

"Tidak diistimewakan, itu kan biaya ditambah dengan biaya dari keluarga," sebut Efendi kepada Metrotvnews.com, Kamis (25/6/2015).

Efendi mengatakan, alasan kepindahan Buyung, agar pasien menjadi lebih nyaman. "Agar lebih nyaman saja, dipindah ke ruangan lebih baik," katanya.

Ia menambahkan, bila menggunakan BPJS saja hanya bisa berada di ruang kelas tiga. "Kemarin kan pakai BPJS, makanya di ruang kelas tiga," pungkas Efendi.

Buyung sebelumnya dirawat di ruang khusus tahanan dengan pasien sebanyak 10 orang dalam satu ruangan. Di sana, fasilitas dan kebersihan kurang baik. Bahkan beberapa perawat mengatakan ruangan berbau pesing. Sedangkan di ruang baru Buyung, yaitu ruang VIP bersih dan terawat.

Buyung adalah saksi kunci kasus pembunuhan adiknya. Dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.

Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.


(MBM)