Ekspor Ukiran Kayu di Bali Menurun

Antara    •    Kamis, 25 Jun 2015 17:49 WIB
perdagangan
Ekspor Ukiran Kayu di Bali Menurun
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Denpasar: Sejumlah perajin di Kabupaten Gianyar, Bali mengeluh akibat realisasi ekspor aneka barang bernilai seni dengan bahan baku kayu yang memasuki pasar mancanegara pada awal 2015 ini mengalami penurunan.

"Pengrajin masih melakukan aktivitas seperti biasa, namun volumenya berkurang sehingga mereka mengalihkan perhatiannya sebagai tukang bangunan maupun ke sektor pertanian untuk sementara waktu," kata Made Subrata, perajin di Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (25/6/2015).

Made Subrata mengakui permintaan barang seni buatan perajin Bali berupa kerajinan berbahan baku kayu relatif berkurang karena kondisi konsumen luar negeri yang mengalami penurunan akibat dampak perlambatan perekonomian global.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat perolehan devisa dari kerajinan berbahan baku kayu selama periode Januari-April 2015 hanya USD21,1 juta  atau kurang 19,09 persen dari periode yang sama 2014 yang mencapai USD26,1 juta.

Made Renge, seorang perajin lainnya menuturkan perabotan rumah tangga seperti pintu rumah dan dinding menjadi barang seni bernilai jual tinggi dan barang seni jenis itu hasil karya seniman Bali masih laku diekspor ke luar negeri.

"Pemasaran hasil aneka barang kerajinan boleh agak sepi, tetapi pintu yang dibuat dari kayu dan dinding berukir khas Bali, masih menjadi salah satu daya tarik konsumen luar negeri, termasuk meja dan kursi dari kayu berskala besar," kata dia.

Made Renge yang memiliki tenaga ukir puluhan orang itu menyebutkan, barang seni yang semakin berkembang ini ternyata banyak diminati dan dikoleksi pecinta seni mancanegara mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat. Perajin ukir yang tersebar di Pulau Dewata itu cukup kreatif mengembangkan desain baru sesuai dengan selera dan kondisi keuangan konsumen baik mancanegara maupun domestik.


(SAW)