Kasus Pemerasan AKBP PN Diserahkan ke Peradilan Umum

Githa Farahdina    •    Kamis, 25 Jun 2015 19:18 WIB
polisi
Kasus Pemerasan AKBP PN Diserahkan ke Peradilan Umum
Komjen Pol Budi Waseso--Metrotvnews.com/Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipikor) Bareskrim Polri menahan oknum polisi tersangka kasus pemerasan terhadap pengusaha tempat hiburan. Tindak lanjut kasus ini tetap diberlakukan.

Menurut Kabareskrim Komjen Budi Waseso, polisi berinisial PN dengan pangkat AKBP itu dikenakan sanksi disiplin dan kode etik di internal kepolisian.

"Tapi itu tidak menggugurkan pidananya. Jadi di sini (Ditipikor) dalam rangka pidananya. Putusannya kita ajukan ke peradilan umum. Kode etiknya tetap berjalan. Itu kewenangan Propam," kata Budi Waseso di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015).

Saat ini, proses pelanggaran kode etik masih berjalan. Jika nantinya Propam menyelesaikan pemeriksaan dan masuk tahap persidangan, PN bisa dipinjam dari tahanan Bareskrim Polri.

Sejauh ini, tambah jenderal bintang tiga itu, kuat indikasi PN benar-benar melakukan pemerasan terhadap pengusaha tempat hiburan. "Ya sementara alat buktinya ada," tegasnya.

Alat bukti yang sudah disita berupa uang dan logam mulia. Sayangnya, tidak diketahui persis berapa jumlah total barang yang disita jika dirupiahkan.

Terkait mobil yang sempat dikabarkan dibeli dari hasil pemerasan masih dalam proses pemeriksaan penyidik dan belum disita. "Belum. Itu TPPU-nya. Nanti kemungkinan disita," terangnya.


(YDH)