Lebaran, BI Perpanjang Jam Operasional RTGS-SKNBI

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 25 Jun 2015 19:29 WIB
bank indonesia
Lebaran, BI Perpanjang Jam Operasional RTGS-SKNBI
(HO, ANTARA FOTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam rangka mengantisipasi lonjakan transaksi pada periode Lebaran, Bank Indonesia (BI) melakukan penyesuaian jadwal kegiatan transaksi pembayaran nontunai baik melalui sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

"Kegiatan operasional BI-RTGS/BI-SSSS akan diperpanjang proporsional selama satu jam pada 15 Juli 2015 atau H-1 libur Lebaran dan 22 Juli 2015 atau H+1 libur Lebaran," ujar Direktur Departemen Manajemen dan Operasional Sistem Pembayaran B  Sukarelawati di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).

Menurut dia, pola transaksi pada periode sebelum dan sesudah libur Lebaran biasanya meningkat. Dia mengatakan dari pola transaksi menjelang hari Lebaran sebelumnya terdapat peningkatan transaksi BI-RTGS pada H-1 dan H-2 libur Lebaran.

"Pada tahun ini, ada tiga hari kerja sebelum libur Lebaran di mana masyarakat masih aktif melakukan transaksi," lanjut dia.

Dirinya menambahkan, transaksi BI-RTGS pada hari Rabu akan jadi yang tertinggi, karena merupakan hari terakhir sebelum periode libur Lebaran sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertransaksi, mengingat Jumat dan Kamis sudah libur.

Sama halnya dengan operasional BI-RTGS/BI-SSSS, operasional SKNBI juga akan diperpanjang satu jam. "Untuk 15 Juli 2015 atau H-1 libur Lebaran dan 22 Juli 2015 atau H+1 libur Lebaran penyelenggaraan transfer dana periode 5 diperpanjang selama satu jam," sambungnya.

Sementara pertimbangan perpanjangan waktu selama satu jam untuk transaksi SKNBI, adalah untuk mengantisipasi transaksi kliring pada H-1 dan H+1 libur Lebaran yang diperkirakan juga akan mengalami peningkatan.


(SAW)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

23 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA