AS & Eropa Masih akan Lemahkan Laju Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 26 Jun 2015 08:28 WIB
kurs rupiah
AS & Eropa Masih akan Lemahkan Laju Rupiah
Ilustrasi -- ANTARA FOTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan rupiah terhadap dolar AS (USD) dipengaruhi oleh sentimen datang dari Amerika dan Eropa. Keduanya memberikan sentimen negatif dan buruk bagi laju rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (26/6/2015).

"Meski laju USD sedang melemah seiring rilis pertumbuhan GDP kuartal I-2015 yang jauh di bawah estimasi dengan menghasilkan angka minus, tapi di sisi lain laju Euro juga bergerak melemah seiring maraknya pemberitaan jika IMF menolak proposal baru yang diajukan oleh Yunani. Imbasnya Rupiah pun ikut melemah dari dampak pelemahan kedua mata uang tersebut," ungkap dia.

Tidak hanya Rupiah, dia menjelaskan, beberapa mata uang regional juga turut mengalami pelemahan, setelah merespons sentimen yang ada. Laju Rupiah pun berjalan sesuai dengan perkiraan sebelumnya yang mengindikasikan akan adanya pelemahan.

Dia menambahkan, meski terjadi penguatan dan tentunya berharap penguatan tersebut dapat berlanjut, tapi melihat dari volume transaksi valuta asing (valas) Rupiah yang cenderung berkurang dan kemungkinan reaksi pasar akan pemberitaan ditolaknya proposal Yunani maka dapat membuat laju Rupiah berbalik turun.

Untuk itu, tetap cermati setiap sentimen yang dirilis. Sambung Reza, laju Rupiah di bawah level support Rp13.300 per USD. Dengan mulai berbalik melemahnya laju Rupiah maka dapat membuka peluang pelemahan selanjutnya, kecuali jika terdapat sentimen positif yang dapat membuat pasar valas berbalik kembali membaik.

Namun demikian, jika diasumsikan sentimen positif tidak ada, maka tetap antisipasi dan cermati setiap sentimen yang dirilis. "Dalam satu hari ini laju Rupiah akan berada di level Rp13.334-Rp13.315 per USD (kurs tengah BI)," terangnya.


(AHL)