Jokowi: Penyalahgunaan Narkoba Hambat Daya Saing Bangsa

Mufti Sholih    •    Jumat, 26 Jun 2015 11:25 WIB
jokowi
Jokowi: Penyalahgunaan Narkoba Hambat Daya Saing Bangsa
Jokowi dan JK ----Ant/Widodo Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Jokowi menegaskan penyalahgunaan narkoba punya daya rusak luar biasa, baik secara fisik maulun psikis. Presiden ingin masyarakat Indonesia  melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

"Penyalahgunaan narkoba mengganggu dan menghambat daya saing bangsa," ucap Presiden saat memberi sambutan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 26 Juni 2015 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2015).

Jokowi mengingatkan pengguna narkoba di Indonesia dewasa ini mencapai 4,1 juta orang dengan kerugian material mencapai Rp63 triliun. Jokowi mengajak seluruh komponen masyarakat melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba melalui empat langkah.

Pertama, pencegahan. "Pencegahan harus kita lakukan lebih kencang lagi dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat," ujar presiden.

Kedua, rehabilitasi. "Tahun ini kita targetkan 100 ribu pengguna. Tahun depan 200 ribu pengguna. Tahun depan lagi kita lipatgandakan karena kita kejar-kejaran dengan pengguna yang terus meningkat," urai presiden.

Ketiga, keberanian penegakan hukum. "Kejar dan tangkap serta tindak tegas tanpa ampun pengedar, dan bandar. Tindak tegas juga aparat keamanan atau pemerintah yang menjadi beking," tegas Jokowi.

Keempat, kenali modus-modus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Dengan begitu, kita lebih mudah mencegah dan menindak peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Jokowi.

Hari Anti Narkotika Internasional kali ini mengambil tema "Mari Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Kita Masyarakat Kita Jati Diri Kita Sehat Tanpa Narkoba". Jokowi berharap peringatan kali ini bisa menjadi momentum untuk melakukan aksi bersama agar Indonesia bebas narkoba.


(TII)