Yang Penting Golkar Ikut Pilkada Mojokerto

Nurul Hidayat    •    Jumat, 26 Jun 2015 11:54 WIB
<i>Yang Penting Golkar Ikut Pilkada Mojokerto</i>
Ketua DPD Partai Golkar Mojokerto, Metrotvnews.com/ Subandi

Metrotvnews.com, Mojokerto: Partai Golkar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, optimistis mengikuti Pilkada serentak pada Desember 2015. DPD pun melakukan proses penjaringan untuk mendapatkan nama yang akan mengikuti bursa pemilihan bupati dan wakil bupati Mojokerto.

"Kita berharap agar nanti Partai Golkar dalam pilkada serentak bisa memberikan warna serta bisa menjadi pengusung, bukan hanya pendukung," ujar Ketua DPD Tingkat II kabupaten Mojokerto, Subandi, Jumat (26/6/2015).

Subandi mengatakan DPD tak mempermasalahkan soal kubu mana yang akan menyetujui rekomendasi nama-nama bakal calon kepala daerah: apakah DPP versi Aburizal Bakrie atau Agung Laksono. Yang penting, Partai Golkar bisa ambil bagian dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto.

"Yang jelas nanti rekomendasi partai akan turun untuk satu pasangan saja terlepas itu diberikan kepada siapa kita ikut saja. Dan kubu siapa yang memberikan asal partai ini dapat ambil bagian dalam pilkada mendatang," kata Subandi.

Meski demikian, ia berharap rekomendasi itu melahirkan bakal calon terbaik untuk Partai Golkar. "Masih ada waktu satu bulan, kita lihat saja perkembangannya dan nanti pasti ada yang direkomendasi oleh partai," pungkasnya.

Kabupaten Mojokerto merupakan satu dari 269 Kabupaten dan Kota di Indonesia yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah. Sedianya, pelaksanaan pemilihan serentak yaitu pada 9 Desember 2015.

Sebelumnya, dua kubu kepengurusan Partai Golkar membentuk tim penjaringan kepala daerah sebagai persiapan menyambut Pilkada 2015. Tim terdiri dari dua kubu yang mengklaim sebagai pengurus resmi Golkar.

Anggota tim dari kubu Aburizal Bakrie, yaitu M. S. Hidayat, Syarif Tjijip Soetardjo, Nurdin Halid, Theo L. Sambuaga, dan Aziz Syamsuddin. Sedangkan dari kubu Agung Laksono yaitu Yorrys Raweyai, Ibnu Munzir, Lawrence Siburian, Lamhot Sinaga, dan Gusti Iskandar.

Tim penjaringan terbentuk setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla memediasi kedua kubu untuk menandatangani kesepakatan islah sementara demi keikutsertaan Golkar dalam pilkada serentak.
(RRN)