Kasus Peluru Nyasar Terancam Disetop

Gana Buana    •    Jumat, 26 Jun 2015 14:17 WIB
peluru nyasar
Kasus Peluru Nyasar Terancam Disetop
Ilustrasi--MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolres Kota Bekasi, Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan, penyelidikan kasus peluru nyasar yang melukai Rian Riawan, 10, tidak bisa dilanjutkan. Sebab, sudah ada pihak yang bertanggung jawab atas seluruh perawatan Rian.

"Saat ini, yang jelas sudah ada pihak yang bertanggung jawab terhadap jiwa dan pengobatan Rian," ujarnya, Jumat (26/6/2015).

Menurut Daniel, alasan penyelidikan tak bisa dilanjutkan adalah lantaran pihak yang bertanggung jawab merupakan pihak di luar kewenangan polisi. Pihak tersebut memiliki Polisi Militer internal yang bertugas mengusut kasus tersebut. Sehingga, polisi tidak bisa ikut campur.

"Misalnya seperti ABRI, mereka punya polisi militer sendiri. Maka dari itu kami tidak bisa melakukan penyelidikan. Hal yang terpenting adalah pihak tersebut telah bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Rian," ujarnya.

Menurut Daniel, soal jenis peluru, pihaknya sudah membawa sampel peluru ke Puslabfor Mabes Polri. Akan tetapi, jenis peluru yang sempat bersarang di tubuh Rian dan peluru yang ditemukan warga Jalan Gamprit 2, Jatiwaringin, Pondok Gede belum dapat dipastikan.

Rian Riawan, bocah berusia 10 tahun, terkena peluru nyasar ketika asik bermain playstation (PS) dengan teman-temannya di rumah kontrakannya di Jalan Gamprit 2, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Dia tiba-tiba merintih kesakitan sambil memegangi daerah punggung. Ketika dibawa ke klinik terdekat, Rian diduga terluka akibat terkena benda tumpul.

Akan tetapi, saat penyidik Polsek Pondok Gede melakukan penyelidikan, diketahui ada sebuah peluru bersarang di punggung Rian. Tidak hanya itu, warga sekitar menemukan 10 butir peluru berserakan di dekat pemukiman Rian.


(YDH)