Marwan Fokus Bangun Konektivitas Nasional dari Desa

Mohammad Adam    •    Jumat, 26 Jun 2015 15:07 WIB
desa tertinggal
Marwan Fokus Bangun Konektivitas Nasional dari Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2015 di Gedung Makarti Mukti Tama Transmigrasi, Kalibata Jakarta Selatan. MI/Immanue

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan infrastruktur desa dan konektivitas antar desa menjadi salah satu fokus program yang dijalankan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi dalam lima tahun ke depan.

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan, keterhubungan antar desa dan konektivitas nasional akan meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara daerah tertinggal dengan daerah maju, khususnya bagi 122 kabupaten yang saat ini masih dalam kategori tertinggal.

"Desa-desa terpencil yang selama ini sulit dijangkau harus dapat ditembus. Saya sangat concern dalam membangun konektivitas nasional dari desa, terutama menyediakan layanan transportasi di perdesaan, perbatasan negara, pulau terluar dan wilayah non komersial lainnya," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2015).

Ia menjelaskan, infrastruktur desa dan konektifitas nasional akan memudahkan sektor-sektor lain untuk masuk dan dikembangkan di desa. Desa bukan hanya mampu menjadi sentra produksi, namun juga lokomotif penggerak pasar.

Marwan mengakui bahwa membangun konektivitas nasional ini memerlukan anggaran yang relatif besar. Namun, jangan melihat kebutuhan dananya saja, tapi lihatlah betapa besar manfaat yang akan diraih. Antara lain dapat mempercepat proses pembentukan desa mandiri dan maju, bahkan desa-desa terpencil yang selama ini belum tersentuh pembangunan akan dapat ditembus.

Dengan adanya konektivitas perdesaan, maka desa-desa yang menjadi sentra produksi pangan akan mudah dijangkau pasar. Hal ini akan menambah motivasi masyarakat desa untuk menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Dengan dasar itu, Marwan berharap tahun 2016 ada tambahan anggaran yang lebih besar untuk mendukung program konektivitas nasional dan layanan transportasi perdesaan. "Butuh Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Transportasi Perdesaan untuk mendukung pembangunan percepatan pembangunan desa, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi," kata Marwan.

Pada bagian akhir, Menteri Marwan menjelaskan bahwa kinerja kementerian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, dengan mendorong pembangunan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan.

Dijelaskan pula bahwa status sebagai negara agraris hingga saat ini belum mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dibidang pangan. Banyak sumber kebutuhan pokok masyarakat yang diimpor akibat belum optimalnya peran desa dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada.

"Kalau desa kuat, infrastruyktur memadai, dan masyarakatnya mampu diberdayakan, maka saya yakin masalah ketahanan pangan akan teratasi dengan  mudah. Pondasi kemajuan bangsa yang sesungguhnya ya adanya di desa," kata dia.


(ADM)