Pemimpin Korut Periksa Pasukan Khusus

- 23 Maret 2013 22:18 wib
REUTERS/KCNA/zn
REUTERS/KCNA/zn

Metrotvnews.com, Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memeriksa kesatuan pasukan khusus, dan memerintahkan mereka menyerang "secepat kilat" apabila perang meletus, kata media pemerintah, Sabtu (23/3).
    
Pemeriksaan itu dilakukan saat ketegangan meningkat di semenanjung Korea, dengan banyak ancaman dari Korut bagi tanggapan  bersenjata terhadap pelatihan militer gabungan Amerika Serikat-Korea Selatan dan sanksi-sanksi PBB yang diberlakukan setelah uji coba nuklirnya yang ketiga bulan lalu.
    
Kim, yang menyandang pangkat Marsekal dalam Tentara Rakyat Korea, mengemukakan kepada Kesatuan 1973, ketika melakukan pemeriksaan pada Jumat bahwa missi mereka adalah "menaklukkan pangkalan-pangkalan musuh", kata kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).
    
"Ia mengatakan apabila perang meletus, kesatuan itu harus menyerang jantung musuh-musuh dalam satu serangan cepat dan menghancurkan instalasi-instalasi militer yang ditargetkan dan  institusi-institusi pemerintah boneka itu secepat kilat," kata KCNA.
    
Kim menegaskan perlunya melakukan pelatihan berdasarkan kondisi pertempuran yang disimulasi agar kesatuan itu mampu beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai musuh, kata KCNA.
    
Kesatuan Pasukan khusus itu diperkirakan berpangkalan di  Provinsi Pyongan Selatan, Korut barat daya.
    
Korsel dan AS melakukan pelatihan militer tahunan bulan ini, memicu Pyongyang mengumumkan pembatalan perjanjian gencatan senjata 60 tahun Perang Korea, serta perjanjian perjanjian nonagresi yang ditandatangani dengan Korsel.
    
Korut juga mengancam melancarkan serangan-serangan nuklir ke AS dan Korsel sebagai pembalasan bagi sanksi-sanksi PBB yang diberlakukan setelah uji coba nuklir ketiganya. (Antara)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.