Tabungan Mabrur Junior, dari BSM untuk Calhaj Cilik

Dimas Prasetyaning    •    Jumat, 26 Jun 2015 16:00 WIB
haji
Tabungan Mabrur Junior, dari BSM untuk Calhaj Cilik
foto: Luhur

Metrotvnews.com, Jakarta: Antrian untuk berangkat beribadah haji saat ini bisa mencapai belasan tahun. Waktu tunggu ini memang sangat lama, tapi di sisi lain ada waktu yang cukup bagi Anda mempersiapkan segalanya. Termasuk biaya berhaji bagi sang buah hati.

Persiapan biaya mau tidak mau harus dicicil sejak jauh-jauh hari. Maklum saja biaya perjalanan ibadah haji relatif tinggi sehingga kecil kemungkinan bisa diadakan dalam waktu singkat. Bank Syariah Mandiri siap membantu Anda mempersiapkannya. 

Ada dua produk tabungan yang Bank Syariah Mandiri tawarkan, yaitu Tabungan Mabrur dan Tabungan Mabrur Junior. Melihat namanya, masing-masing diperuntukan bagi nasabah berusia dewasa dan anak-anak atau remaja yang mempersiapkan kebutuhan dana ibadah haji.

Untuk membuka rekening Tabungan Mabrur, persyaratan yang harus dipenuhi tidak jauh berbeda dibandingkan produk tabungan lainnya. Berusia lebih dari 17 tahun dan menyerahkan fotokopi KTP atau SIM.

Tabungan Mabrur Junior yang diperuntuhkan nasabah berusia kurang dari 17 tahun, maka buat membuka rekening ditunjuk atau diwakilkan kepada orang tua atau wali yang sudah cakap hukum. Orang tua/wali nasabah wajib menyerahkan fotokopi KTP/SIM, Akte Kelahiran atas nama nasabah, Kartu Keluarga (KK). Nasabah sebaiknya bertempat tinggal di kota atau kabupaten yang sama dengan lokasi kantor cabang Bank Syariah Mandiri tempat rekening dibuka.

Nilai minimal setoran awal baik untuk membuka rekening Tabungan Mabrur dan Tabungan Mabrur Junior adalah Rp 100 ribu. Demikian juga dengan setoran selanjutnya, minimal Rp 100 ribu. 

Persyaratan paling penting untuk membuka rekening Tabungan Mabrur dan Tabungan Mabrur Junior adalah diniatkan untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Ini yang paling penting, sebab dana yang disimpan hanya dapat dicairkan untuk keperluan melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji/ Umrah (BPIH).

Maka dari itu tidak ada kartu ATM untuk nasabah Tabungan Mabrur dan Tabungan Mabrur Junior. Artinya tidak ada pula fasilitas auto debet. Walau demikian dana tersimpan tetap dapat nasabah tarik kapan saja membutuhkan, terlebih bila sedang dalam keadaan darurat.

Tujuan peniadaan kartu ATM adalah agar dana dalam tabungan tidak terus berkurang yang bisa membuat semakin lama nama nasabah dimasukkan dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) sebagai calon haji. Saat ini saldo minimal agar nama nasabah bisa didaftarkan ke SISKOHAT adalah Rp 25.100.000. 

Lantas bagaimana bila karena satu dan lain hal, nasabah urung melaksanakan ibadah Haji atau Umroh yang direncanakannya? Tentu rekening atas namanya akan ditutup dan dananya pun bisa dicairkan atau dipindahbukukan.

 


(LHE)