Saban Ramadan, Anak Muda Asal Bondowoso Ini Sibuk Berbagi dengan Sesama

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 26 Jun 2015 18:04 WIB
ramadan 2015
Saban Ramadan, Anak Muda Asal Bondowoso Ini Sibuk Berbagi dengan Sesama
Ilustrasi--MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada yang berbeda dari sekumpulan anak muda yang tergabung dalam komunitas Syukur Ramadan untuk Sesama (KURMA). Mereka selalu berbagi pada sesama ketika Ramadan. Kegiatan ini sudah berlangsung dalam lima tahun terakhir.

"Kami semua kelahiran Bondowoso, kota kecil di Jatim. Tapi sekarang domisili sudah pada jadi perantau semua. Setiap setahun sekali kita punya misi buat berbagi di daerah-daerah terpencil yang membutuhkan," kata Founder KURMA, Roro Ajeng Sekar Arum, kepada Metrotvnews.com, Kamis (25/6/2015).

Ajeng mengatakan, pihaknya selalu menyasar tempat-tempat yang dianggap masih jauh tertinggal. Seperti tahun ini, di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Di sana, kata Ajeng, lingkungannya gersang dan ketersediaan air bersih tergolong sulit.

"Kita berbagi paket lebaran untuk anak-anak sekolah dasar, berbagi sembako bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu, sosialisasi tentang pendidikan-kebersihan dan kesehatan," terang Ajeng.

Tahun sebelumnya, KURMA melakukan kegiatannya di Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso. Ajeng menuturkan, untuk menempuh lokasi itu, hanya bisa dilewati dengan menunggang kuda atau ojek saja.

"Adapun dana tersebut berasal dari para donatur dan transparansinya selalu ditayangkan di www.kurmafoundation.tumblr.com," ujar Ajeng.

Ajeng menambahkan, tiba-tiba harus sibuk di Ramadan ini lantaran dirinya dan rekan-rekan SD-nya dahulu, memiliki semangat untuk berbagi. Terutama kepada anak-anak SD agar kelak, dapat menjemput harapan dan cita-citanya masing-masing.

"Aku dulu agak sanksi, waktu Ramadan kan, waktu untuk reunian dengan teman-teman. Tapi isinya hanya kongkow. Nongkrong enggak jelas. Lalu terpikir, kenapa enggak setahun sekali, kita bikin acara yang bermanfaat buat orang banyak," ungkap Ajeng.

"Lama lama jadi semacam tanggung jawab dan juga bagian dari kesenangan," imbuh Ajeng.

Sekadar diketahui, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2011 silam. Awalnya, hanya berbuka bersama dengan anak yatim setempat. Kemudian, tahun 2013 hingga sekarang, KURMA mencoba mendatangi daerah-daerah terisolir yang hingga kini, nyaris tak terjamah sama sekali.

"Ini seperti kita nyari tantangan sekaligus belajar untuk peka sama sekitar. Ini mengubah pemikiran kita yang terlibat akhirnya dan bersyukur itu mahal harganya," pungkas dia.


(YDH)