Rusia Buka Peluang Kerja Sama dengan AS untuk Misi Luar Angkasa di Bulan

Arif Wicaksono    •    Jumat, 26 Jun 2015 22:18 WIB
rusia
Rusia Buka Peluang Kerja Sama dengan AS untuk Misi Luar Angkasa di Bulan
Presiden Rusia, Vladimir Putin -- (AP Photo/RIA-Novosti, Alexei Nikolsky, Presidential Press Service)

Metrotvnews.com, Moskow: Kepala Biro Luar Angkasa Rusia akan mengincar bulan setelah mengalami kegagalan dalam persaingan dengan dunia antariksa oleh pesaingnya.

Dilansir Bloomberg Jumat (26/6/2015), misi pesawat luar angkasa pada 2029-2030 akan menjadi prioritas rusia. Igor Komarov, Kepala dari Biro Luar Angkasa Rusia, Roscosmos mengatakan Rusia tidak lagi berencana untuk melakukan perjalanan ke Planet Mars sebagai mana menjadi tujuan NASA.

"Mars akan menjadi prioritas NASA,  sementara itu Rusia akan fokus kepada ekspedisi di bulan, alangkah baiknya jika kita bersama-sama bisa bekerja sama dalam menjalankan program ini," kata dia.

Ambisi Komarov untuk melakukan ekspedisi ke bulan berbeda dengan mantan pemimpin Roscosmos sebelumnya Vladmimir Popovkin yang mengingatkan kesulitan dalam persaingan industri pesawat luar angkasa yang menurutnya semakin tidak kompetitif tanpa melakukan hal yang penting.

Rusia yang menempatkan orang pertama di orbit luar angkasa pada 1961 berencana untuk mengirimkan tiga pesawat tanpa awak ke bulan sebelum mengirim seorang astronot Rusia. Meksipun sempat mengalami perang teknologi, dia tidak menganggap bulan, sebagai tetangga terdekat, menjadi perang teknologi di antara Rusia dengan USA.

Partner Luar Angkasa

"Kita melihat pentingnya kerja sama dan dengan senang hati mengundang pihak yang mau bekerja sama dengan kami," ujar Komarov.

Menurutnya kondisi yang buruk diantara Rusia dan AS selama konflik Ukraina tidak memupus kerja sama luar angka yang merupakan di luar permasalahan politik.

Sanksi yang dilakukan oleh USA dan EU tidak memengaruhi kerjasama internasional dalam pendirian stasiun luar angkasa. Cara rusia meningkatkan persediaan senjata dan menunda sejumlah proyek internasional merupakan cara Rusia dalam mengindari persaingan dengan negara tetangga dan memilih menjalin kerja sama yang lebih erat dengan kelompok BRICS  seperti India, Tiongkok, Brasil, dan Afrika Selatan.

Menurutnya proyek global akan lebih menguntungkan karena membuatnya mengeluarkan dana investasi yang kecil. Dia optimistis misi ini akan tercapai karena misi Kemanusiaan selalu menyatukan mimpi bersama terutama dalam mencari perdaban di planet lain.

"Saya percaya akan adanya eksistensi manusia yang berbeda ketimbang kita," kata dia.

 


(SAW)