Toleransi Antar Beragama Anak Muda Tergolong Rendah

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 27 Jun 2015 04:59 WIB
islam
Toleransi Antar Beragama Anak Muda Tergolong Rendah
Ketua GP Anshor Nusron Wahid--Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua GP Anshor Nusron Wahid mengakui bahwa toleransi antar agama di kalangan anak-anak muda masih tergolong rendah. Menurut dia, masih banyak kaum muda yang belum dapat menerima akan perbedaan dalam keyakinan beragama.

"Saya melihat memang begitu (anak muda cenderung tidak toleran) dari survei terakhir anak muda kita 68 persen sulit melihat pandangan keberagaman agama," kata Nusron dalam acara Mata Najwa, di Universitas Syarief Hidayatullah, Ciputat, Tanggerang, Jumat (26/6/2015).

Menteri BNP2TKI ini menilai kurangnya toleransi dalam keberagaman beragama ini muncul karena para tokoh agama lebih memberikan sebuah doktrin kepada kalangan anak muda. Bukan sebuah kenyataan realita sosial yang terjadi di Indonesia, di mana terdapat beragam agama, suku dan etnis.

"Tokoh agama sekarang hanya mengajarkan orang secara simbolis, seperti simbol salat, simbol puasa tapi yang kemasyarakatan tidak pernah diajarkan. Ini fakta," terang dia.

Padahal, kata Nusron, dua tokoh pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan tidak pernah mengajarkan sebuah ajaran agama Islam yang terkesan kaku dengan tidak mentoleransi ada keberagaman beragama.

"Rasanya belum sah beragama, kalau tidak sama. Padahal, orang berpuasa bergembira. Tidak berpuasa juga bergembira. Karena banyak yang tidak puasa ikut lebaran, kan berarti ikut bergembira. Agama tidak boleh dimonopoli," pungkas dia.

Menurut dia Indonesia sangat membutuhkan sosok seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Sebab kedua Kiai itu bisa menjadi pemersatu dalam keberagaman yang ada di Indonesia.

"Kami rindu tokoh di Indonesia itu tokoh pemersatu. Kami rindu lahirnya KH Hasyim Asy'ari dan kami rindu KH Ahmad Dahlan dalam konteks Islam modern," tukas dia.


(SUR)