35 Kapal Disiapkan untuk Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang

Arnoldus Dhae    •    Sabtu, 27 Jun 2015 10:51 WIB
mudik lebaranmudik lebaran 2015
35 Kapal Disiapkan untuk Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang
Foto: Antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, 2013/Ant_Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Denpasar: PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery akan menyiapkan 35 kapal untuk menyeberangkan pemudik Lebaran dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang merupakan pelabuhan terpadat di Indonesia saat mudik Lebaran.

"Kami terus evaluasai dan belajar dari tahun-tahun sebelumnya bahwa kemacetan terus terjadi saat dalam penyeberangan Bali ke Jawa. Dari hasil evaluasi tersebut kami menemukan beberapa hal yang harus dibenahi dimana salah satunya adalah mengoperasikan 35 kapal sekaligus untuk melayani arus mudik tahun ini," kata Direktur Utama PT ASDP Ferry Danang Baskoro di Denpasar, Bali, Sabtu (27/6/2015).

Menurut Ferry, hasil evaluasi tersebut menunjukkan, jika penyeberangan Gilimanuk-Ketapang saat mudik merupakan penyeberangan terpadat di Indonesia saat mudik dan mengalahkan penyeberangan Jawa-Sumatera melalui Pelabuhan Bakaueheni. Itulah sebabnya pihaknya mengoperasikan 35 kapal sekaligus saat melayani arus mudik nanti.

"Jumlah 35 kapal itu plan A. Plan B nya, bila masih terjadi kepadatan kami akan meminta beberapa unit kapal lagi yang selama ini melayani penyeberangan Padangbai-Lembar untuk ditarik melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang," ujarnya.

Sebab, penyeberangan dari Bali menuju wilayah timur Indonesia tidak sepadat dengan penyeberangan dari Bali menuju Jawa dan Sumatera. Selain itu pihaknya akan mengoperasikan 3 dermaga besar, 1 dermaga ponton dan 3 dermaga LCT untuk melayani pemudik yang padat.

Ia mengakui, penyeberangan Gilimanuk-Ketapang merupakan penyeberangan terpadat di Indonesia saat melayani arus mudik. Dari tahun ke tahun keluhan antrian yang panjang, kemacetan yang luar biasa terus terjadi di Gilimanuk-Ketapang saat mudik. Mulai dari H-5, lonjakan kendaraang bisa mencapai 19 ribu kendaraan roda 2 dan 6 sampai 8 ribu kendaraan roda 4.

Sementara mulai dari H-10 sampai H-6, rata-rata hanya rata-rata hanya 1200 motor dan 600 mobil perhari. Bahkan di hari puncak, kendaraan sepeda motor bisa mencapai 25 sampai 30 ribu khusus untuk H-2 dan H-1.

"Penumpukan penumpang terjadi justeru pada malam hari. Makanya kita berlakukan dua tarif. Tarif malam dua kali lipat tarif normal siang hari. Supaya orang pindah ke mudik di siang hari," ujarnya.

Diimbau agar pemudik memilih waktu di siang hari ketimbang malam hari.


(TTD)