Setelah Diserang ISIS, PM Tunisia Akan Tutup Masjid Penghasut

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 27 Jun 2015 12:43 WIB
penembakan brutal
Setelah Diserang ISIS, PM Tunisia Akan Tutup Masjid Penghasut
Foto pelaku serangan di Tunisia (Foto: Twitter)

Metrotvnews.com, Tunis: Perdana Menteri Tunisia Habib Essid menjanjikan tindakan keras, usai serangan yang melanda sebuah hotel dan menewaskan 39 orang. Essid akan menutup masjid yang dinilainya menghasut.

"Masjid yang tidak mengikuti aturan hukum tidak akan ditolerir. Terutama masjid yang menghasut untuk melakukan tindakan teror," ujar Essid, seperti dikutip Guardian, Sabtu (27/6/2015).

"Pemerintah akan menutup masjid yang berada di luar kendali Kementerian Agama," lanjutnya.

Essid menambahkan agar pasukan Angkatan Darat untuk segera mengaktifkan pasukan cadangan dan menempatkannya ke seluruh negeri.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku bertanggungjawab dalam serangan yang terjadi di sebuah hotel Hotel Riu Imperial Marhaba di Pantai Sousse. Aksi membabibuta kelompok militan itu ditujukan kepada warga asing yang menginap di hotel wisata itu.

Wisatawan asing dari Inggris, Jerman, Belgia dan Rusia merupakan warga asing yang tewas dalam kejadian ini. Dalam pernyataan yang disebar oleh pendukung ISIS melalui internet, serangan di Hotel Riu Imperial Marhaba dilakukan oleh anggota Abu Yahya al-Qaryawani.

Seorang pelaku penembakan yang ditembak mati oleh polisi diketahui berasal dari Kota Kairouan. Sementara Seorang pelaku penembakan lainnya berhasil ditangkap, tetapi pelaku ketiga berhasil melarikan diri.
 


(FJR)