Kinerja Menteri Puan dan Tedjo Jadi Sorotan

Renatha Swasty    •    Sabtu, 27 Jun 2015 13:20 WIB
reshuffle kabinet
Kinerja Menteri Puan dan Tedjo Jadi Sorotan
Tiga Menko: Puan Maharani, Tedjo Edhy Purdijatno, dan Sofyan Djalil----MI/M Irfan

Metrotvnews,com, Jakarta: Kinerja Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menjadi sorotan. Sebab, kepuasan masyarakat terhadap kinerja dua Kememenko dinilai masih kurang.

Menurut Nico Harjanto, Direktur Eksekutif Populi Center, tingkat kepuasan masyarakat pada kinerja menteri hanya sebesar 40 persen.

"Kabinet ini, kabinet 40 persen. 40 persen yang bagus, yang disukai masyarakat," kata Nico dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gado-gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Angka ini lebih rendah dibanding tingkat kepuasan pada Presiden Joko Widodo. Tingkat kepuasan masyarakat pada Jokowi, kata dia, mencapai 60 persen.

Hal ini karena banyak menteri di kabinet kerja yang belum optimal, seperti menyelesaikan masalah dalam organisasi, penyerapan APBN, menjalankan program pemerintah sampai menginformasikan pada publik yang akan dikerjakan. Bahkan, tak terlihat kerjanya dalam beberapa bulan ini.

Yang paling terlihat, kata Nico, adalah kepemimpinan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani serta Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno.

"Seperti kita tahu sudah delapan bulan belum ada perubahan yang bagus di sektor Bidang Manusia dan Kebudayaan juga Polhukam. Bahkan ada kontrovesi, ada kegaduhan di Polhukam," sebut Nico.

Kegaduhan yang paling terasa, kata Nico, ialah rapat paripurna yang mengesahkan revisi UU KPK dan Dana Aspirasi buat DPR. "Padahal sudah jelas-jelas ditolak oleh Presiden. Ada komunikasi kurang baik, dan tidak berjalan dengan baik di sini," lanjut dia.

Tak hanya dua itu, di bidang pendidikan pun lanjut Nico masih belum terlihat berjalan dengan baik. Misalnya kesejahteraan guru serta kualitas pendidikan. Ditambah belum terlihat jelas soal revolusi mental yang digadang gadang.

Dengan banyaknya persoalan yang belum selesai dan tidak terlihat dikerjakan, masyarakat merasa belum puas. "Masyarakat merasa kabinet ini, membebankan Presiden," ujar dia.


(TII)

KPK yang Berani Jujur Hebat

KPK yang Berani Jujur Hebat

2 hours Ago

KERJA ekstra keras yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat Setya Novanto dal…

BERITA LAINNYA