Bupati Brebes Kunjungi TKW Korban Penganiayaan

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 27 Jun 2015 20:40 WIB
tki
Bupati Brebes Kunjungi TKW Korban Penganiayaan
Foto: Bupati Brebes Idza Priyanti mengunjungi TKW asal Brebes yang dianiaya di Oman, Nok Ayu Siti Amelia/MTVN_Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Bupati Brebes Idza Priyanti mengunjungi tenaga kerja wanita (TKW) asal Brebes yang diduga dianiaya di Oman, Nok Ayu Siti Amelia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, Sabtu 27 Juni. Dalam kunjungannya Bupati Idza menjamin seluruh biaya pengobatan Nok Ayu.

"Saya jamin tidak ada biaya sepeser pun yang diminta (RSUD Brebes) kepada korban. Namun saya juga minta pusat pelayan terpadu (PPT) yang ada di provinsi maupun pusat untuk membantu mengurus hak-hak Ayu yang belum terpenuhi,” kata Idza usai menjenguk Ayu, di ruang Dahlia RSUD Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2015).

Bupati juga meminta kepolisian mengusut kasus penganiayaan ini. Sebab korban dianiaya majikannya hingga korban depresi dan tubuh penuh luka lebam. “Supaya jangan terjadi lagi warga kita yang bekerja di sana,” ujarnya.

Nok Ayu Siti Amelia, 33, TKW asal Desa Sarireja, Kecamatan Tanjung, Brebes pulang dari Oman dalam kondisi depresi berat. Ayu dirawat di rumah sakit sejak Rabu 24 Juni lalu.  Ayu langsung ditangani dokter jiwa selama perawatan di RSUD Brebes.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes Dr Khaerudin mengatakan selama perawatan Ayu mengalami perkembangan yang sangat baik. Saat ini, korban sudah bisa berkomunikasi dengan siapa pun.

“Walaupun kadang ngelantur, tapi tadi diajak ngobrol Bupati lebih banyak nyambungnya. Dia sudah tahu nama lengkap, nama keluarga, dan sedikit bercerita tentang apa yang terjadi dengannya di sana,” kata Khaerudin.

Ayu berangkat ke Oman setelah Lebaran tahun lalu melalui PJTKI Lintas Buana Karya, Jakarta. Setahun  kemudian Ayu dipulangkan majikannya dalam kondisi mengenaskan. Badannya penuh luka dan jiwanya terguncang.

Hingga kini, Ayu dirawat di ruang Dahlia RSUD Brebes didampingi suaminya Taswad, 33. Meskipun kondisi sudah membaik, namun kaki dan tangan ayu masih dibebat dengan tali yang terhubung ranjang tempat tidurnya (dipasung).

“Kalau pertama masuk masih sering mengamuk dan meludahi orang, namun sekarang progresnya sangat bagus. Sudah jarang mengamuk dan tidak pernah meludahi lagi,” ujar Khaerudin.


(TTD)