Terganggu Bunyi Petasan, Seorang Remaja Dianiaya

Nurul Hidayat    •    Minggu, 28 Jun 2015 11:20 WIB
penganiayaan
Terganggu Bunyi Petasan, Seorang Remaja Dianiaya
Foto: Korban penaniayaan, Jhodi Akbar Ibrohim/MTVN_Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Seorang remaja, Jhodi Akbar Ibrohim, 15, warga Sawahan Gang 4, Jombang, Jawa Timur, dianiaya tetangganya, Sumariyanto, 40, Minggu 28 Juni. Korban sempat diseret sejauh 10 meter dan dipukuli di kepala hingga lebam.

Peristiwa ini berawal saat Jhodi membangunkan warga untuk sahur menggunakan petasan. Diduga terganggu, Sumariyanto, warga Sawahan Gang 2, Jombang, itu langsung menganiaya korban.

"Mereka sudah saya ingatkan untuk tidak membunyikan petasan saat patrol (membangunkan untuk sahur) di daerah rumah saya, namun tetap saja membandel. Mertua saya sedang sakit jantung, takut terjadi apa-apa," kata Sumariyanto kepada Metrotvnews.com, di Jombang, Jawa Timur, Minggu (28/6/2015).

Sumariyanto mengaku tidak masalah dengan kegiatan membangunkan sahur selama Ramadan. Ia hanya mempermasalahkan petasan yang dibakar anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar. Bahkan, petasan itu dibakar di depan pintu rumah warga.

"Sebelumnya sudah saya ingatkan namun mereka tidak menggubris. Buntutnya tadi malam itu. Kan tindakan seperti itu tidak etis dilakukan. Masak membangunkan orang sahur harus dengan cara seperti itu. Kan ada yang lebih baik. Ditambah lagi mertua saya lagi sakit," imbuh dia.

Terpisah, orangtua Korban, Endro Setiawan, 36, tidak terima atas penganiyaan terhadap anaknya. Endro sangat menyayangkan tindakan Sumariyanto terhadap anaknya. Ia mengaku sudah melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi terdekat.

"Anak saya sempat diseret sejauh 10 meter dan dipukuli. Beberapa warga yang akan menolong malah diancam akan dibunuh. Kita sudah laporkan kejadian ini ke kepolisian dan rencananya besok mulai pemeriksaan berbekal visum dari Rumah sakit Umum Kabupaten Jombang," kata Endro.


(TTD)