Hati-hati, Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran

Antara    •    Minggu, 28 Jun 2015 13:48 WIB
upal
Hati-hati, Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat setempat mewaspadai peredaran uang palsu (upal) saat memasuki pertengahan Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso mengatakan kendati jumlah peredaran upal di DIY sejak awal 2015 cenderung menurun jika dibandingkan 2014, masyarakat tetap harus menjaga kewaspadaan. "Harapan saya terus berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan ada yang palsu," kata dia, di Yogyakarta, Minggu (28/6/2015).

Arief mengatakan pemalsuan rata-rata dilakukan pada uang dengan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Pada periode Januari-Juni 2015 peredaran uang palsu mencapai 1.600 lembar. Jumlah itu mengalami penurunan dari 2014 pada periode yang sama dengan jumlah 1.976 lembar.

Menurut dia, peredaran uang palsu paling dominan ada di daerah-daerah perbatasan DIY dengan provinsi lainnya, serta di daerah Jawa Tengah bagian Selatan. "Laporan uang palsu yang saya terima hampir seluruhnya di wilayah Jawa Tengah Selatan, yang selama ini juga menjadi wilayah jangkauan BI DIY," tambah Arief.

Dia mengatakan, setiap tahun pada hari-hari besar keagamaan seperti pada saat bulan puasa hingga Lebaran memiliki kecenderungan meningkatnya potensi pemalsuan uang sebab pada momen tersbut aktivitas masyarakat, serta kegiatan perekonomian meningkat.

"Potensi ditemukannya penyusupan uang palsu biasanya ada di pusat aktivitas masyarakat seperti di pasar, pertokoan, serta tempat keramaian lainnya," lanjut dia.

Oleh sebab itu ia juga mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan mempraktikkan prinsip 3D yakni diraba, dilihat, dan diterawang pada setiap pecahan uang yang diterima.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang ingin menukarkan uang baru agar langsung mendatangi pelayanan penukaran uang yang dibuka oleh BI bekerja sama dengan 12 bank konvensional, mulai 6-15 Juli 2015. Penukaran uang juga akan dilayani di luar kantor seperti di halaman kantor lima kabupaten/kota, Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, serta titik sentral lainnya dilengkapi dengan kas keliling.

Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat serta keperluan penukaran pecahan uang baru menjelang selama Ramadan hingga Lebaran 2015 pihaknya telah menyediakan Rp4,23 triliun terdiri atas Rp4 triliun pecahan besar mulai Rp100 ribu-Rp50 ribu, serta Rp230 miliar untuk pecahan Rp20 ribu ke bawah.
(AHL)