Kekeringan, Warga Tegal Gali Sungai untuk Dapatkan Air Bersih

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 28 Jun 2015 15:49 WIB
kekeringan
Kekeringan, Warga Tegal Gali Sungai untuk Dapatkan Air Bersih
Warga mengambil air dari Sungai Cenang untuk kebutuhan sehari-hari. Foto: MTVN/Kuntoro

Metrotvnews.com, Tegal: Kekeringan akibat musim kemarau melanda sejumlah wilayah di Tegal, Jawa Tengah. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa menggunakan air dari sungai yang kotor.

Bahkan warga harus menggali tanah agar air dari dalam sungai keluar untuk keperluan mandi dan mencuci. Tidak hanya itu, mereka juga mengantre setiap harinya untuk mendapatkan air dari Sungai Cenang, di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Taryunah, 50, warga setempat, mengaku mengambil air di sungai untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian, dan peralatan memasak. Padahal kondisi air sudah kotor dan keruh karena bercampur lumpur.

“Kalau air yang digunakan untuk memasak harus membeli di desa tetangga. Harganya Rp1.000 per jerigen, isinya 30 liter,” kata Taryuni, kepada Metrotvnews.com, usai mengambil air di Sungai Cenang, Minggu (28/6/2015).  

Di desa Jatimulya, menurut Taryuni, tidak ada saluran air bersih dari perusahaan air minum setempat. Jika ingin menggunakan air bersih, warga terpaksa pergi ke desa tetangga yang jauhnya mencapai dua kilometer.

Sungai Cenang mengering sejak tiga pekan terakhir seiring masuknya musim kemarau tahun ini. Meskipun di Sungai Cenang ada genangan air yang lumayan banyak, namun warga lebih memilih menggali tanah di sungai karena diyakini airnya bersih meskipun terlihat keruh.

Hal sama diungkapkan Daryi, 45. Ia mengaku ikut menggali tanah secara bergantian. Saat air keluar dari dalam tanah, ia langsung mengambilnya menggunakan gayung kemudian dikumpulkan di ember. Setelah itu, air dari sungai didiamkan terlebih dahulu dan tidak langsung digunakan agar lumpur yang ada di dalam air mengendap.

Saat ini, warga berharap pemerintah setempat memberikan bantuan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Warga juga meminta agar pemerintah membangun saluran air PDAM di desa mereka agar mereka tidak lagi kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.


(UWA)