Jadi Bandar Narkoba, Anggota TNI AU Dipecat Tidak Hormat

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 29 Jun 2015 10:43 WIB
tni au
Jadi Bandar Narkoba, Anggota TNI AU Dipecat Tidak Hormat

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Skuadron 2 Halim Perdanakusuma Kopral Dua Agung Hari Panilih diberhentikan secara tidak hormat dari satuannya. Dia sempat melarikan diri dari satuan karena terjerat kasus narkoba.

Agung resmi dipecat dalam upacara militer di Taxi Way, Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/5/2015). Seluruh perlengkapan yang dipakainya dilucuti oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama Umar Sugeng Hariyono.

Pertama, Umar mencopot baret Agung. Setelah semua pakain dinas dicopot, Agung hanya mengenakan batik. Ia tampak tertunduk saat menjalankan upacara tersebut.

"Awalnya pengguna kemudian desersi. Biasa lah namanya pertama orang kena narkoba terus jadi macam tindakannya (pengedar). Dari hukumnya sudah selesai semua. Kemudian Kepala Staf (Marsekal Agus Supriatna) mengeluarkan putusannya pemecatan ini," kata Umar usai upacara.

Agung diketahui sudah menjadi pengguna sabu hingga mengedarkan narkoba dalam kurun waktu empat sampai lima tahun terakhir. Dia sempat melarikan diri hingga berhasil ditangkap. Putusan inkrah untuk Agung keluar pada Maret lalu.

Umar menerangkan, upacara pemecatan ini untuk pelajaran bagi anak buahnya yang lain. Dia tak ingin kejadian yang sama terulang kembali.

Sejatinya pengawasan di TNI sudah ketat. Ada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI sebagai rambu kehidupan mereka. Namun, kata dia, tetap saja ada prajurit yang berani berbuat nakal. Mereka tergoda dengan kehidupan di kota besar seperti Jakarta.

"Peluang-peluang seperti itu banyak sekali. Sehingga tidak kuat imannya, godaannya, akhirnya kena. Kemudian kurang puas dengan menggunakan, jadi pengedar," terang dia.

Umar berjanji akan memperketat pengawasan pada anak buahnya. Fokus utama yang ingin dia perkuat dari sisi agama.

"Dari agama setiap saat kita laksanakan ceramah rohani di satuan masing-masing. Tapi semua kembali ke individu masing-masing ada yang kuat ada yang enggak terima godaan itu," pungkas Umar.


(TRK)