Priyo: Jangan Tuduh Kopassus di Balik Kasus Cebongan

- 26 Maret 2013 18:07 wib
Antara/Sigid Kurniawan/fz
Antara/Sigid Kurniawan/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Priyo Budi Santoso meminta semua pihak menahan diri. Tidak cepat menuduh oknum anggota Kopassus ada di balik penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Priyo menyarankan, semua mendukung tim bersama yang melibatkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradipo, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, dan Mahkamah Agung.

"Ini kan jalur ketertiban dan hukum, bukan masalah pertahanan negara, biarkan pihak-pihak ini bekerja. Kalau TNI diajak, ya Panglima bersama KSAD wajib memberi saran," kata Priyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/3).

Priyo berharap, kasus ini cepat berakhir. Dia juga tak yakin tentara ada di balik kasus ini. "Karena setelah reformasi, TNI dengan 500 ribu personel, mulai dari jenderal sampai prajurit, sudah sepakat kembali ke barak," jelas Priyo.

LP Cebongan, Jalan Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman, diserbu belasan orang bersenjata api, Sabtu (23/3) dinihari. Empat tahanan tewas dan dua sipir terluka.

Korban tewas adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Adi, dan Johan. Keempatnya adalah tahanan kasus pengeroyokan dan penusukan seorang anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura di Cafe Hugos, Jalan Solo Maguwoharjo, beberapa waktu silam.

Penyerang mengetuk pintu gerbang LP Cebongan, tengah malam. Sebagian besar menenteng senjata api laras panjang AK47. Mereka sengaja datang untuk mencari Dicky, Dedi, Adi, dan Johan.

Melihat gelagat tak baik, sipir menolak membukakan pintu. Tapi penjaga tak berkutik ketika tamu tak diundang itu mengancam meledakkan gerbang dengan beberapa granat.

Begitu berada dalam LP, belasan pria bersenjata itu langsung menuju sel 5A Blok Anggrek, tempat keempat korban dibui. Tanpa ba-bi-bu mereka beraksi. Dor...dor! Dicky, Dedi, Adi, dan Johan meregang nyawa.

"Sudah kita identifikasi, korban adalah pelaku penganiayaan anggota Kopasus di Hugos. Pelaku terindikasi sebagai kelompok bersenjata. Tapi kita belum tahu itu dari mana," kata Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Sabar Raharjo.

()

PARTAI Persatuan Pembangunan mengakhiri perpecahan di internalnya dengan menyepakati mengembalikan seluruh…