Mendagri: Hina Presiden Berarti Hina Lambang Negara

Husen Miftahudin    •    Senin, 29 Jun 2015 14:26 WIB
menteri penghina jokowi
Mendagri: Hina Presiden Berarti Hina Lambang Negara
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan jika presiden dihina maka secara tidak langsung berarti menghina lambang negara.

"Bahwa siapa yang menghina Presiden berarti menghina lambang negara," tegas Tjahjo saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Menurut dia, kritikan yang disampaikan salah satu menteri yang cenderung mengarah ke penghinaan tersebut cukup kasar.

"Pak Presiden terbuka (menerima kritikan). Baik itu dengan pimpinan nasional, pimpinan parpol, anggota DPR, termasuk menterinya itu 24 jam bisa minta waktu ke pak Presiden memberikan saran, kritik, dan masukan," bebernya.

Dia menambahkan, jika ingin mengumbar kritikan melalui media massa dan media sosial pun tak masalah. Selama kritikan tersebut tidak kasar terhadap Presiden.

"Silakan saja, tapi jangan kasar terhadap Presiden dan lambang negara. Apalagi pembantu Presiden, sudah enggak ada sekat lagi, dia orang partai atau orang profesional, semua sama," tegasnya.

Tjahjo menegaskan jika jajaran Kemendagri harus berani dalam mengambil sikap untuk melihat siapa kawan dan siapa lawan. "Kalau ingin mengganggu pemerintahan dan menghina Presiden kita harus berani mengambil sikap, siapa kawan dan lawan," beber dia.

Oleh karena itu, dia juga meminta kepada Panglima TNI, Kepala staf TNI, beserta Kapolri untuk tegas dan jangan ragu-ragu jika ingin memberikan opini.

"Kesbangpol harus obyektif dalam memberikan masukan-masukan dan memberikan penjelasan kepada pers terhadap masalah-masalah yang muncul di daerah," kata Tjahjo.

Kemarin Tjahjo Kumolo membuat pernyataan mengejutkan. Ia membenarkan ada menteri yang terekam berani menghina Presiden Jokowi.

"Ada, tapi siapanya bapak Presiden tahu. Ukurannya itu saya yakin sudah diklarifikasi. Bapak Presiden menyampaikan sekarang konsentrasi kerja, menteri tidak terpengaruh isu reshuffle, biar fokus," kata Tjahjo usai menghadiri acara buka bersama di rumah dinas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 28 Juni.

Tjahjo tidak membeberkan siapa nama menteri yang menghina presiden. Namun politikus PDIP Masinton Pasaribu membeberkan, orang yang dimaksud adalah salah satu menteri perempuan di bawah koordinasi Menko Perekonomian.


(AHL)