Bebas dari Penjara, Razman Arif Lobi Sutan Bhatoegana Tetap Jadi Klien

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 29 Jun 2015 15:34 WIB
sutan bhatoegana
Bebas dari Penjara, Razman Arif Lobi Sutan Bhatoegana Tetap Jadi Klien
Razman Arif Nasution di Gedung KPK, Senin (29/6/2015). Foto: Yogi Bayu Aji/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Masih ingat Razman Arif Nasution? Dia adalah pengacara yang pernah membela Komjen Budi Gunawan, Udar Pristono, dan Sutan Bhatoegana. Nama Razman sebagai pengacara orang-orang beken tenggelam setelah dijebloskan ke penjara 18 Maret lalu.

Hari ini Razman tampak di KPK. Dia sudah bebas. Di KPK, Razman menjenguk bekas Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana. Sebelum di penjara, Razman sempat ditunjuk sebagai kuasa hukum Sutan. 

Dia tiba di Gedung KPK sekira pukul 13:00 WIB. Didampingi beberapa orang, Razman mendaftar ke lobi KPK untuk membesuk Sutan.

"Saya baru bebas dari Rutan Cipinang tanggal 16 Juni, saya pulang dulu ke Medan karena dua hari sebelumnya puasa. Saya masih menangani kasus. Saya datang ke sini berencana memastikan, apakah saya sedang berpikir masih menangani kasus Bang Sutan atau tidak," kata Razman di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2015).

Dia berharap, Sutan konsisten dengan apa yang disampaikannya ketika menunjuk dirinya sebagai kuasa hukum. Bila tidak, dia tak yakin pengacara lain bisa membela Sutan. Apalagi Sutan sempat menyeret beberapa nama elite politik. 

"Apalagi membawa nama-nama di sana, katakanlah disebut-sebut di sana ada nama saudara Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono). Saya berharap KPK terus mengusut, dan Pak Sutan harus konsisten dengan penjelasannya," jelas dia.

Razman Arif Nasution sempat terlibat kasus penganiayaan pada 2004. Kala itu, dia masih menyandang status sebagai anggota DPRD tingkat II di Kabupaten Madina, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Dia akhirnya dinyatakan bersalah dan dipidana tiga bulan kurungan. Razman kemudian dieksekusi dan dititipkan di rutan Cipinang sejak 19 Maret 2015 lalu. Dia baru dibebaskan dari rutan pada Selasa 16 Maret kemarin. 


(KRI)