Manajemen Buruk, Ahok Ogah Ajak Operator Metromini Gabung TransJakarta

Wanda Indana    •    Senin, 29 Jun 2015 15:57 WIB
transjakarta
Manajemen Buruk, Ahok Ogah Ajak Operator Metromini Gabung TransJakarta
Kopaja Transjakarta. (Foto: wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan meminta operator Metromini bergabung dengan PT Transjakarta seperti Kopaja. Pemprov DKI akan merekrut pemilik bus secara individu.
 
"Metromini harus gabung,  kita rayu secara perorangan, karena Metromini manajamennya terlalu buruk dan terlalu banyak," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2015).
 
Menurut Ahok, Metromini harus memperbaiki dan merevitalisasi armadanya sesuai standar kenyamanan dan keamanan yang ditetapkan PT Trasnjakarta. Ketika gabung, nama Metromini akan berubah.
 
"Tapi tetap mesti tukar mobil hitungannya. Mobil dari mana? Bisa dari dia masuk ke sini (TransJakarta), namanya bukan Metromini lagi," imbuh Ahok.
 
Ia mengungkapkan tawaran bergabung bersama PT Transjakarta akan dilakukan sampai akhir tahun ini. "Kalau mereka mau langsung sekarang, semuanya akan kita terima sampai tahun depan bisa selesai," pungkasnya.
 
‎Sebelumnya, Kopaja telah menyepakati menerapkan ongkos dengan sistem rupiah per kilometer dan bergabung di bawah manajemen PT Transjakarta.  Realisasi kerjasama akan dimulai bulan depan.
 
Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki mengatakan, pihaknya bersedia menerapkan sistem rupiah per kilometer pada seluruh armada Kopaja.
 
"Kopaja akan bekerjasama dengan TransJakarta. Kami akan dibayar rupiah per kilometer. Nanti difungsikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, baik di daerah pemukiman maupun jalur utama," kata Nanang Rabu 24 Juni lalu.
 
Nanang mengungkapkan, pihaknya belum menentukan kesepakatan besaran tarif rupiah per kilo meter. Selain itu, untuk dapat bergabung dengan menajemen TransJakarta, pihak Kopaja harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.


(FZN)