Polisi Bantah Ada Tekanan Terkait Penetapan Tersangka Margriet

Antara    •    Senin, 29 Jun 2015 17:13 WIB
penemuan jenazah angeline
Polisi Bantah Ada Tekanan Terkait Penetapan Tersangka Margriet
Ilustrasi--Antara/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Denpasar: Kepolisian Daerah Bali membantah menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka pembunuhan Angeline karena tekanan publik. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Hery Wiyanto mengatakan bahwa penyidikan tidak bisa  diintervensi.

"Kalau penyidikan itu tidak ada yang bisa memengaruhi dan mengintervensi karena kami memiliki dampak hukum apabila penyidikan dilakukan karena adanya intervensi atau pengaruh yang lain," kata Hery di Denpasar, Senin (29/6/2015).

Dia menjelaskan penetapan tersangka baru terhadap Margriet berdasarkan kepada alat bukti secara ilmiah yang didapatkan dari saksi ahli, dan keterangan saksi mahkota yakni tersangka Agus Tai.

"Kami tetap berpijak pada alat bukti yang kami dapatkan, baik melalui bantuan teknis kepolisian, yaitu Laboratorium Forensik dan Inafis dan hasil laboratorium forensik sudah kami dapatkan. Gelar perkara juga sudah dapatkan hasil itu," ucapnya.

Selain hasil olah di tempat kejadian perkara dan keterangan saksi Agus, polisi juga mendapatkan alat bukti dari keterangan saksi ahli dari tim Forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

Penyidik Polresta Denpasar dan Polda Bali mengagendakan pemeriksaan Margriet pada hari ini dalam kasus pembunuhan Angeline setelah kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, tiba di Denpasar.

Wanita berusia 60 tahun itu kini menjalani pemeriksaan dua kasus berbeda, pembunuhan Angeline yang ditangani Polresta Denpasar dan dugaan penelantaran anak yang ditangani Polda Bali.

Margriet kini masih ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Bali dan diperpanjang masa penahananannya hingga 40 hari ke depan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, kuasa hukum Margriet Megawe, Hotma Sitompul, mengaku kecewa atas penetapan kliennya sebagai tersangka.
"Kami khawatir penetapan tersangka Margriet sebagai bentuk kekhawatiran polisi karena dari semua tekanan masyarakat begitu tinggi," kata Hotma kepada Metrotvnews.com, Minggu 28 Juni lalu.

Selain itu, penetapan tersangka oleh Polda Bali dan Polresta Denpasar dinilai terburu-buru. "Karena belum ada bukti saksi (yang cukup), sudah ngomong akan ada tersangka baru," terangnya.


(YDH)

Nasib Praperadilan Novanto

Nasib Praperadilan Novanto

1 hour Ago

Secara materil gugatan praperadilan Novanto gugur sebagaimana disebutkan dalam Pasal 82 Ayat 1 …

BERITA LAINNYA