Sering Langgar Wilayah RI, Besok Kemenlu Panggil Dubes Malaysia

Fajar Nugraha    •    Senin, 29 Jun 2015 23:25 WIB
indonesia-malaysia
Sering Langgar Wilayah RI, Besok Kemenlu Panggil Dubes Malaysia
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ulah Malaysia yang kerap melintasi batas wilayah Indonesia makin menjadi. Kementerian Luar Negeri Indonesia akan memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia terkait masalah ini.

Terakhir sebuah helikopter Malaysia tiba-tiba masuk ke wilayah Indonesia, pada Minggu 28 Juni 2015. Helikopter itu masuk ke perbatasan Indonesia di Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara.

Insiden ini menambahkan rangkaian pelanggaran batas wilayah yang dilakukan Malaysia. Kementerian luar negeri pun langsung bertindak.

"Kami sudah mendapat verifikasi dari Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional). Besok Dubes Malaysia (untuk Indonesia) akan dipanggil ke Kemenlu," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, saat ditemui wartawan di Setiabudi, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Helikopter tersebut dikabarkan mendarat tanpa izin dan kabur usai mendarat di helipad milik TNI. Ada kabar menyebutkan bahwa penumpang dari helikopter tersebut adalah seorang Menteri Malaysia.

Arrmanatha menambahkan, kasus-kasus ini menunjukkan pentingnya percepatan penyelesaian batas wilayah Indonesia dan Malaysia. Hingga saat ini perundingan mengenai batas wilayah Indonesia dan Malaysia masih belum rampung.

Adapun pelanggaran yang dilakukan oleh Malaysia, sudah berlangsung beberapa kali untuk tahun ini saja. Tercatat sejak Januari 2015, sudah sembilan kali pesawat tempur Malaysia melakukan pelanggaran wilayah.

Kemenlu pun sudah mengeluarkan tujuh nota protes terkait pelanggaran ini. Nota protes ini khususnya ditujukan pelanggaran udara Indonesia di Sebatik. Namun pihak Malaysia hingga saat ini belum memberikan jawaban atas nota protes itu.

Menurut Direktur Politik, Keamanan dan Kewilayahan Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Oktavino Alimudin pekan lalu, dari tujuh pelanggaran tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan dua nota protes ke pihak Malaysia. Sedangkan lima nota protes lainnya masih menunggu kelengkapan data sebelum dikirimkan ke Pemerintah Malaysia.
 


(FJR)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

17 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA