PKS: Harganas Titik Tolak Keluarga Indonesia untuk Berbenah

Ilham wibowo    •    Selasa, 30 Jun 2015 04:46 WIB
pks
PKS: Harganas Titik Tolak Keluarga Indonesia untuk Berbenah
Wartawan Cilik SD Cordova memwawancarai Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejantera (PKS) Jazuli Juwaini disela-sela acara study tour ke gedung DPR di Ruang Fraksi PKS, Gedung Nusatara I, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/4). Foto: MI/M Irfan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada hari Senin 29 Juni 2015 bertepatan saat bulan suci ramadan, diharapkan menjadi titik tolak bagi keluarga Indonesia untuk terus berbenah. Pemerintah pun diharapkan memberikan perhatian khusus untuk mengambil kebijakan yang berhubungan dengan ketahanan keluarga.

"Hari Keluarga Nasional yang bertepatan dengan Ramadhan ini seharusnya menyadarkan kita betapa pentingnya nilai keluarga," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (29/6/2015).

Jazuli menjelaskan sebagai unit terkecil yang menentukan kualitas bangsa, keluarga adalah lembaga utama dan pertama bagi pendidikan sumber daya manusia (SDM). Bahkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang akar sejarahnya menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga.

Menurutnya, pondasi pertumbuhan dan perkembangan bangsa harus berawal dari keluarga-keluarga yang berkualitas. "Itu karena keluarga ibarat batu bata bagi pembangunan bangsa," ujar politisi dari daerah pemilihan Banten III itu.

Lanjut Jazuli, saat ini masih banyak 'pekerjaan rumah' bagi bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan keluarga. Diantaranya, rata-rata dalam satu jam terjadi 40 perceraian di Indonesia. Selain itu, masih banyak kekerasan, kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, dan pudarnya semangat nasionalisme.

"Itu semua merupakan wajah buruk tentang rapuhnya kondisi keluarga indonesai," imbuh Jazuli.

Selain itu, Jazuli juga menyorot kasus kematian Angeline di Bali yang menambah daftar permasalahan keluarga Indonesia. Jazuli berharap, semoga ke depan tidak ada lagi keluarga dan anggotanya yang mengalami nasib serupa dengan keluarga Angeline.

"Hal inilah di antara alasan mengapa Fraksi PKS berinisiatif mengajukan RUU Ketahanan Keluarga untuk memperjuangkan keluarga Indonesia yang kuat dan bahagia," pungkas Jazuli


(DRI)