Pengembangan Industri Galangan Kapal Mampu Hemat Rp15 Triliun/Tahun

Husen Miftahudin    •    Selasa, 30 Jun 2015 07:57 WIB
kapal
Pengembangan Industri Galangan Kapal Mampu Hemat Rp15 Triliun/Tahun
Menperin Saleh Husin. FOTO: Dokumentasi Kemenperin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan, saat ini Indonesia masih membeli kapal dari industri galangan kapal luar negeri. Tak ayal, dompet nasional terkuras habis akibat belanja kapal tersebut.

Menurut dia, industri galangan kapal nasional saat ini harus dikembangkan, apalagi industri tersebut menjadi salah satu prioritas industri nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kementerian, institusi dan BUMN wajib membeli kapal dari galangan kapal nasional dan ‎tidak lagi membeli kapal dari luar negeri.

"‎Urgensi pengembangan industri galangan atau shipyard agar kita bisa menghemat USD1,25 miliar atau Rp15 triliun per tahun‎ dibanding jika mengimpor kapal selama ini. Berarti ini sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan yang diakibatkan dari pembelian kapal impor," ujar Saleh usai kegiatan buka puasa bersama di kediamannya seperti yang tertuang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Pengembangan industri galangan kapal nasional, lanjut dia, harus pula didukung oleh lembaga pembiayaan seperti perbankan dan asuransi agar mampu menyokong pembiayaan pembuatan kapal. Tak hanya itu, industri komponen kapal juga diminta agar mendukung industri galangan kapal.

"Apalagi, langkah strategis ini sesuai Nawa Cita pemerintahan kita. Pak Jokowi bahkan telah langsung menginstruksikan agar kementerian, lembaga dan BUMN wajib membeli kapal dari galangan dalam negeri. Langkah ini mendorong kemandirian industri galangan kapal untuk mendukung Poros Maritim Dunia," paparnya.

Sisi kebutuhan nasional, jelas Saleh, beberapa instansi seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sangat membutuhkan kapal untuk memperkuat kelautan Indonesia dan siap membeli kapal dalam lima tahun ke depan. Pun pada perusahaan-perusahaan BUMN yang membutuhkan kapal sebanyak 80 unit.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia memiliki 250 industri galangan kapal nasional yang mayoritas berada di Batam dengan 105 perusahaan, sedangkan 145 sisanya berada di luar Batam.

Mengenai dukungan, ungkap dia, pihaknya mendorong industri baja nasional menyokong industri galangan kapal sebagai bahan baku pembuatan kapal. "Produk baja dari PT Krakatau Steel dan Krakatau Posco telah mumpuni mendukung industri ini. Intinya kita siap, apalagi sudah didukung dan diperintahkan Presiden," pungkas Saleh.


(AHL)