Menaker Hanif Imbau Bayar THR Paling Lambat 10 Juli 2015

Angga Bratadharma    •    Selasa, 30 Jun 2015 11:26 WIB
tunjangan hari raya
Menaker Hanif Imbau Bayar THR Paling Lambat 10 Juli 2015
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengimbau kepada perusahaan-perusahaan agar mempercepat pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) selambat-lambatnya seminggu sebelum Lebaran Idul Fitri (H-14) atau 10 Juli 2015. Hanif pun memastikan pekerja dengan status outsourcing, kontrak, ataupun pekerja tetap berhak menerima THR.

"Kami mengimbau agar pembayaran THR dipercepat sehingga pekerja dapat menyambut Lebaran dengan penuh suka cita dan mempersiapkan mudik Lebaran secara lebih awal dan lebih baik tahun ini," kata Hanif, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Hanif mengatakan, percepatan pembayaran THR tahun ini diharapkan dapat membantu para pekerja dalam persiapan menyambut hari Lebaran, termasuk mempersiapkan kegiatan mudik ke kampung halaman masing-masing.

"Berdasarkan regulasi maka pembayaran THR dilakukan paling lambat H-7 atau 10 Juli nanti, tapi saya sebagai Menteri Ketenagakerjaan selalu mengimbau pembayaran dilakukan maksimal dua minggu (H-14) sebelum Lebaran. Pembayaran lebih awal agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan baik," kata Hanif.
            
Hanif  mengatakan pembayaran THR bagi pekerja/buruh ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan. Pembayaraannya disesuaikan dengan hari keagamaan masing-masing pekerja yang merayakannya.

Pembayaran THR bagi pekerja/buruh harus dilaksanakan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.



(ABD)