Sosiolog: Reaksi Pejabat Negara Sipil dan Militer Disesalkan

   •    Rabu, 27 Mar 2013 20:59 WIB
Sosiolog: Reaksi Pejabat Negara Sipil dan Militer Disesalkan
MI/Adam Dwi/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola menyesalkan respon pejabat negara baik sipil dan militer yang bersikap defensif dalam kasus penembakan empat orang tahanan di LP Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta.

Pasalnya, para pejabat sudah membantah ada anggota aparat keamanan aktif yang terlibat. Padahal belum ada investigasi sama sekali. Hal itu dinilai Thamrin memunculkan anggapan para pejabat negara tidak jujur.

"Makanya kami meminta dengan sangat kepada Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk membentuk tim investigasi yang lengkap seperti dalam Kasus Munir secara tuntas dan jelas. Kalau perlu menggunakan Keppres," tegas Thamrin dalam konferensi pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil di Jakarta, Rabu (27/3).

Pembentukan tim investigasi itu, lanjutnya, mutlak setelah sekian rentetan peristiwa penyerangan diduga dilakukan oknum militer. Karena sebelum kejadian penyerangan LP Cebongan, sejumlah oknum TNI menyerang Mapolres OKU.

"Dengan terjadinya peristiwa eksekusi di LP Sleman, sudah meletakkan rakyat negeri ini terancam dalam negara hukum," ujar Thamrin.

Karena itu, kata Thamrin, untuk memperjelas pengusutan kasus, tim investigasi tidak cukup melibatkan internal kepolisian dan militer. Tapi juga menyertakan pihak luar bisa dari tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya.

Thamrin beralasan jika pembentukan tim investigasi yang komposisinya dari polisi dan militer, akan memonopoli data lapangan. Sehingga membuka potensi penguasaan data menjadi tidak jujur ketika diungkap kepada publik.