Harga Jual Rendah, Mentan Angkat Harga Bawang Merah

Husen Miftahudin    •    Selasa, 30 Jun 2015 12:39 WIB
kementan ads
Harga Jual Rendah, Mentan Angkat Harga Bawang Merah
Mentan panen bawang merah di Cirebon (tengah) (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Produksi bawang merah secara nasional telah melebihi kebutuhan yang ada. Tercatat, dari lima kabupaten saja, tedapat kelebihan pasokan sebesar 100 ribu ton, dari total produksi nasional sebesar 200 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan bawang merah nasional per bulannya yang hanya sebanyak 90-100 ribu ton.

Namun sayangnya, oversupply tersebut membuat harga bawang merah justru anjlok di pasaran. Ini jelas merugikan para petani mengingat biaya produksi bawang merah lebih tinggi dibanding imbal harga komoditas bawang merah itu sendiri.

Ini diakui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat memanen bawang merah di Desa Jati Se'eng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Meskipun begitu, pihaknya melakukan pengangkatan harga bawang merah agar para petani tak merugi terlalu dalam.

"Jadi di Bima kemarin harga Rp6 ribu, kami angkat jadi Rp8 ribu. Lalu yang Rp9 ribu sekarang dijadikan Rp10 ribu. Kami angkat supaya petani tidak rugi," tegas Amran, saat panen bawang merah di Desa Jati Se'eng, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6/2015).

Ia mengungkapkan, upaya pemerintah dalam menyelesaikan anjloknya harga bawang merah tak boleh sepenggal. Pihaknya meyakinkan kepada para petani bahwa pihaknya siap untuk menyelesaikan penurunan harga bawang dengan melihat hulu hingga hilir.

"Upaya pemerintah cepat selesaikan, melihat dari hulu ke hilir, pendekatannya tidak boleh sepenggal-penggal. Ini akan selesai dengan pembenahan dari mulai tanamnya, panennya sampai tata niaga lalu dari produsen ke konsumen," pungkas Amran.

Sementara itu, pemilik lahan bawang merah yang ada Desa Jati Se'eng, Yan Andrian mengungkapkan, saat ini harga bawang merah sedang mengalami penurunan. Bahkan penurunan harga tersebut di bawah titik impas di mana biaya produksi lebih tinggi dibanding harga yang dihasilkan.

"Harga lagi turun, sekarang Rp10 ribuan per kilogram (kg). Seharusnya BEP (Break Even Point/biaya impas) itu Rp13 ribu per kg. Yang pasti kami minta kepada pemerintah untuk tidak mengimpor bawang merah agar tidak menjatuhkan bawang lokal," tutup yan.



(ABD)

Tim Dokter Pastikan Kondisi Setnov Mampu Jalani Sidang

Tim Dokter Pastikan Kondisi Setnov Mampu Jalani Sidang

30 minutes Ago

Terdakwa kasus korupsi ktp-el Setya Novanto menjalani sidang perdana. Dalam sidang tersebut, ti…

BERITA LAINNYA