Suku Cadang Hercules Pernah Diembargo AS

Fauzan Hilal    •    Selasa, 30 Jun 2015 15:23 WIB
hercules jatuh di medan
Suku Cadang Hercules Pernah Diembargo AS
Pesawat Hercules berjalan di runway Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis 30 Maret 2015. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Amerika Serikat pernah mengeluarkan larangan penjualan senjata dan pembekuan hubungan militer dengan Indonesia pada tahun 1999. Embargo itu dilakukan AS berkaitan dengan krisis Timor-Timur. Ini menyebabkan pesawat Hercules C-130 buatan Amerika Serikat tidak layak terbang karena tidak ada suku cadang.
 
Pada tanggal 20 September 2000, Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Pertahanan Mahfud MD melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen. Saat itu disepakati, Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan ekspor suku cadang ke Indonesia. Namun, hal itu tidak pernah dijalankan dan TNI memutuskan impor suku cadang dari negara lain.
 
Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono saat itu menyatakan bahwa 70% budget militer Indonesia pada tahun 2009 akan digunakan untuk membeli pesawat C-130. Sebab, hanya 6 dari 24 pesawat Hercules yang masih layak terbang.
 
Saat itu Pemerintah Amerika Serikat dan Australia berjanji memberi bantuan pembelian 6 pesawat Hercules tipe E dan J. Namun, Indonesia lebih tertarik membeli tipe J (C-130J Super Hercules) yang memiliki kemampuan angkut lebih tinggi dan mesin lebih efisien.
 
Seperti dikutip Antara Indonesia tercatat sebagai negara pertama di luar Amerika Serikat yang mengoperasikan C-130. Latar belakangnya adalah Allan Pope, pilot swasta Amerika Serikat yang ditembak jatuh dan ditangkap PRRI/Permesta pada 1958.
 
Skuadron Udara 31 Hercules Sang Penjelajah terbitan TNI AU menuturkan, bermula dari kunjungan Presiden Soekarno kepada koleganya Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy akhir 1959.
 
Kennedy berterima kasih atas kesediaan Indonesia melepas Pope, pilot CIA berstatus sipil itu yang memperkuat AUREV-Permesta, yang ditembak jatuh Kapten Udara Penerbang Dewanto, dalam pertempuran udara.
 
Kennedy menawarkan "pengganti" Pope kepada Soekarno. Berdasarkan "keperluan" dari Panglima AU saat itu, Laksamana Madya Udara Suryadarma, AURI membutuhkan pengganti pesawat transportasi de Havilland Canada DHC-4 Caribou.
 
Saat Soekarno mengunjungi pabrik Lockheed (belum bergabung dengan Martin), pilihan jatuh pada C-130B Hercules.


(FZN)

Fahri Sebut Nazaruddin Kesal Asimilasinya Ditunda

Fahri Sebut Nazaruddin Kesal Asimilasinya Ditunda

3 hours Ago

Fahri membeberkan, di dalam Lapas Nazar memiliki body guard yang bertugas melindungi dan …

BERITA LAINNYA