Hercules Jatuh, Modernisasi Alutsista PR Serius Panglima Baru

Krisiandi    •    Selasa, 30 Jun 2015 17:50 WIB
hercules jatuh di medan
Hercules Jatuh, Modernisasi Alutsista PR Serius Panglima Baru
Muradi. Foto: Reno Esnir/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Politik Pertahanan dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung Muradi menilai jatuhnya pesawat angkut Hercules milik TNI AU di Medan makin merontokkan kekuatan dirgantara Indonesia yang sudah rapuh. Sebagian besar alutsista berusia uzur dan sebagian lagi merupakan pengadaan lewat skema hibah yang pesawatnya juga sudah berumur.

Muradi megatakan langkah pengadaan Alutsista dengan program Minimum Essential Forces (MEF) sedianya adalah bagian dari menyiasati keterbatasan anggaran pertahanan.

"Namun program tersebut terjebak dengan target pemenuhan kuantitatif dalam arti sebaran dan jumlah dari pada penguatan kualitas Alutsista yang lebih baik namun memiliki keleluasaan dalam penggunaan karena dibeli dalam bentuk baru," ujar Muradi lewat keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2015).

Menurutnya, pada konteks inilah mengapa kemudian pengadaan alutsista lewat skema hibah selama ini hanya mengejar kuantitas alutsista tanpa memerhatikan kualitas dan kemampuan dalam mengamankan kedaulatan indonesia. 

"Oleh karena itu, panglima baru TNI harus menjadikan modernsasi Alutsista sebagai pekerjaan rumah yang serius. Pada konteks ini, panglima TNI melalui Kementerian Pertahanan juga harus menekankan pengadaan alutsista baru dan harus berani menolak semua skema hibah, agar postur pertahanan indonesia ke depan lebih baik dalam menjamin kedaulatan indonesia," papar Muradi.

Apalagi, lanjut dia, sejak awal presiden Joko Widodo berkomitmen menyokong pengembangan dan modernisasi pertahanan sebagai bagian dari penguatan Poros Maritim Dunia yang menjadi visi negara.

"Oleh sebab itu, adalah amat baik mengkombinasikan produk industri perthanana dalam negeri dan pengadaan alutsista dalam skema pembelian baru dan langsung government to government agar dapat terjadi alih tekhnologi yang memperkuat basis industri pertahanan ke depan," pungkas Muradi.

Seperti diketahui Presiden Jokowi telah menunjuk KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko. Gatot tinggal menunggu uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR. 


(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA