KPK Buka Keterlibatan Briptu Agung di Persidangan

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 30 Jun 2015 20:01 WIB
adriansyah
KPK Buka Keterlibatan Briptu Agung di Persidangan
Tersangka kasus suap izin pertambangan, Adriansyah. (Antara/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji bakal memgungkap keterlibatan Briptu Agung Krisdiyanto. Pasalnya dalam dakwaan, Agung disebut sebagai kurir suap dari Manajer PT Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat kepada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adriansyah.

"Kalau kasus Adriansyah sudah di pengadilan. Kita tunggu saja proses di pengadilan," ujar Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi dalam pesan singkat, Selasa (30/6/2015)

Perkara Adriansyah sampai saat ini belum juga masuk ke meja hijau. KPK, kata Johan, memastikan tak lama lagi Adriansyah juga akan merasakan kursi pesakitan seperti Andrew Hidayat. "Kasus ini sebagian sudah masuk pengadilan. Kemungkinan Adriansyah juga tidak terlalu lama akan masuk ke penuntutan," jelas Johan.

Sementara, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, selama ini lembaga antikorupsi belum menjadi Briptu Agung Krisdiyanto sebagai tersangka karena belum cukup bukti. Walau nama anggota Polsek Menteng itu kerap disebut di dakwaan Andrew.

"Dalam dakwaan memang ada peran yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut. Tapi tidak atau belum ada bukti kesalahan yang dapat membuatnya diminta pertanggungjawaban secara pidana," jelas Priharsa.

Dalam dakwaan, Andrew disebut menunjukan suap  agar Adriansyah membantu pengurusan ijin pertambangan sejumlah perusahaan yang dikelolanya di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Andrew memberikan uang sebesar USD50 ribu  kepada Adriansyah pada 13 November 2014.

Beberapa hari kemudian, Andrew kembali memberikan uang sebesar Rp500 juta kepada Adriansyah. Pada 28 Januari 2015, dia kembali memberikan uang lagi kepada Adriansyah sebesar Rp500 juta. Uang ini dikirimkan melalui orang suruhan Andrew, Agung Krisdiyanto.

Andrew kembali memberi uang sebesar 50 ribu dollar Singapura pada 8 April 2015 atas permintaan Adriansyah. Adriansyah lalu meminta uang tersebut dikonversi ke rupiah menjadi Rp50 juta. Mereka menyepakati transaksi dilakukan di Sanur Hotel Swiss Belhotel, Bali, saat kongres PDIP terjadi.

Agung pun berangkat ke Bali pada 9 April dengan membawa 44 ribu dollar Singapura dan Rp57,36 juta. Uang disimpan dalam amplop cokelat dan diberikan Agung kepada Adriansyah.

"Ini pak ada titipan amanah dari Pak Andrew. Dan untuk permintaan bapak juga sudah saya tukarkan. Semua kuitansi penukarannya juga ada di amplop tersebut," kata Jaksa, menirukan ucapan Agung kepada Adriansyah.

Adriansyah lalu memberi Rp1,5 juta dari amplop tersebut Agung untuk biaya menginap di hotel. Agung dan Adriansyah kemudian ditangkap penyidik KPK dan uang tersebut disita sebagai barang bukti.


(MEL)